TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease-2019) yang masih berlangsung memukul segala sektor perekonomian, tak terkecuali bisnis perhotelan dan restoran.
Hal ini diakui Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tuban, Mirza Ali Manshur.
Baca Juga: Even 100 Persen Tuban Berlangsung Semarak, Wujud Nyata Majukan UMKM
"Bisnis hotel dan restoran turun drastis, tapi lebih parah hotel, jika dibandingkan restoran," ujar Mirza kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (9/2/2021).
Menurut pria yang juga sebagai Ketua KONI Tuban ini, penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berdampak terhadap bisnis perhotelan dan restoran. PPKM berakibat penurunan okupansi atau tingkat hunian hotel hingga di bawah 10 persen dari hari biasanya.
"Karena perputaran atau hilir mudik masyarakat sangat berkurang, sehingga hunian hotel ini turunnya sangat drastis," imbuhnya.
Baca Juga: Jelang Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Tuban Diserbu Pembeli
Lebih lanjut, untuk menutupi tingginya biaya operasional, beberapa hotel di Tuban terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Karena untuk bertahan dalam kondisi sulit seperti sekarang ini sangat memberatkan pengelola hotel.
"Biaya operasional hotel sudah tinggi dan tamu tidak ada, ini sangat memberatkan sekali," pungkasnya. (gun/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News