Selasa, 09 Maret 2021 13:58

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Lanjutkan Pemberian Stimulus dan Relaksasi di Sejumlah Sektor

Minggu, 21 Februari 2021 18:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Lanjutkan Pemberian Stimulus dan Relaksasi di Sejumlah Sektor
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - OJK melanjutkan pemberian sejumlah stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan sektor jasa keuangan. Hal ini telah disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Januari 2021 dan sinergi kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, berbagai relaksasi kebijakan prudensial sektor jasa keuangan secara temporer dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat dengan mempertimbangkan adanya unsur idiosyncratic pada sektor jasa keuangan.

"Pemberian pelonggaran peraturan prudensial ini bertujuan memberikan keleluasaan bagi calon debitur untuk memperoleh kredit berupa penurunan ATMR yang dikaitkan dengan Loan-to-Value Ratio dan Profil Risiko serta BMPK sebagai upaya menurunkan beban cost of regulation," katanya.

Kebijakan tersebut meliputi perbankan dan kebijakan perusahaan pembiayaan. Kebijakan tersebut efektif berlaku pada 1 Maret 2021 mendatang, dengan diterbitkannya surat Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan dan Kepala Eksekutif Pengawas IKNB.

"Terkait perbankan untuk kebijakan kredit kendaraan bermotor yakni menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) menjadi 50 persen. Uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 0 persen bila dimungkinkan dan masih banyak lagi relaksasinya," urainya.

Sementara untuk kebijakan Kredit Beragun Rumah Tinggal, yaitu kebijakan terkait bobot risiko ATMR kredit beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio Loan to Value (LTV) di antaranya, Uang Muka 0-30 persen (LTV ≥70 persen) ATMR 35 persen. Uang Muka 30-50 persen (LTV 50-70 persen) ATMR 25 persen. Uang Muka ≥ 50 persen (LTV ≤ 50 persen) ATMR 20 persen.

Kebijakan ketiga yakni kebijakan kredit sektor kesehatan, OJK menetapkan kredit untuk sektor kesehatan dikenakan bobot risiko sebesar 50 persen dari sebelumnya 100 persen.

Selain kebijakan perbankan, kebijakan perusahaan pembiayaan juga memberikan releksasi. Baik untuk pembiayaan kendaraan bermotor, juga pembiayaan beragun rumah tinggal. (diy/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Selasa, 09 Maret 2021 06:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata banyak orang – bahkan pejabat - yang justru positif Covid-19 setelah vaksin sinovac. Loh? Kenapa? Lalu apa manfaat vaksin?Nah, tulisan Dahlan Iskan pagi ini, Selasa, 9 Maret 2021, menjawab pertanyaan-pertany...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...