Sabtu, 08 Mei 2021 20:56

Tebing di Timur Gunung Gede Laharpang Longsor, Picu Banjir Bandang Besowo

Senin, 22 Februari 2021 13:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Tebing di Timur Gunung Gede Laharpang Longsor, Picu Banjir Bandang Besowo
Salah satu relawan ARPLH Kediri saat menunjukkan beberapa bagian tebing yang longsor, Minggu (21/2) kemarin. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tebing di lereng Gunung Kelud, tepatnya yang berada di timur Gunung Gede di Dusun Laharpang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, di beberapa bagian terlihat longsor.

Diduga, longsornya tebing itulah yang memicu terjadinya banjir bandang yang membawa meterial dan kayu-kayu hutan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung.

Tebing yang longsor tersebut memang bukan terletak di wilayah Dusun Laharpang, melainkan sudah masuk wilayah Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Tapi masih sama-sama di bawah naungan Perhutani KPH Kediri.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Puncu, Hengky Dwi Setyawan. Ia menjelaskan di bawah tebing yang longsor tersebut terdapat aliran Sungai Konto yang beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang dan membawa material dan kayu. Ia menduga, kayu-kayu itu berasal dari tebing yang longsor.

BACA JUGA : 

Pemkab Kediri Bantu 1.250 Kg Benih Padi Kepada Korban Banjir Tarokan

Pesona Edelweiss Jawa, si Bunga Abadi yang Tumbuh di Puncak Kelud

Geliat Wisata Gunung Kelud, Tukang Ojek yang Selama Setahun Nganggur Kini Bisa Tersenyum Kembali

Gempa Juga Dirasakan Warga Kediri, Semburat Saat Sedang Asyik Futsal

"Barang kali kayu-kayu itulah yang terbawa banjir ketika hujan deras dan menyumbat Kembatan Kalitengah, Desa Besowo beberapa waktu lalu," kata Hengky usai ikut penanaman pohon di Gunung Gede, Minggu (21/2) kemarin.

Oleh karena itulah, lanjut Hengky, ketika ada relawan yang melakukan penanaman pohon di Gunung Gede yang letaknya di sebelah barat tebing yang longsor itu, pihaknya sangat mendukung. Diharapkan pohon-pohon yang ditanam itu bisa untuk menahan agar tidak terjadi longsor.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi dua kali banjir bandang di Desa Besowo yang membawa material dan kayu berukuran besar. Bahkan banjir tersebut juga membahayakan keberadaan Jembatan Kalitengah, di Desa Besowo. Material kayu sempat menutup aliran sungai dan menggerus pondasi jembatan.

Selain itu, akibat banjir bandang tersebut tandon air di Desa Besowo juga rusak, sehingga sebagai besar warga Besowo kekurangan air bersih dan harus menggantungkan kebutuhan air bersih bantuan dari relawan maupun pemerintah.

Sementara agar Jembatan Kalitengah tidak semakin rusak, warga Besowo sudah bergotong royong memasang bronjong di sekitar jembatan yang sebelumnya diterjang banjir. Akibat banjir bandang tersebut, fondasi Jembatan Kalitengah terkikis dan nyaris roboh. Adapun bronjong yang dipasang merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Kediri.

Bowo, Kepala Dusun Besowo Timur Desa Besowo menjelaskan, Jembatan Kalitengah menjadi salah satu penghubung utama antara dua dusun, yakni Krajan dan Besowo Timur. "Jembatan tersebut ditutup karena bisa membahayakan keselamatan warga," kata Bowo, Kamis (4/2) lalu. (uji/rev)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...