Para petani yang bekerja di bawah guyuran asap dari cerobong PT KTS. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dampak limbah pabrik pupuk PT KTS yang mencemari udara, ternyata juga dirasakan oleh warga di luar RT 01 RW 04 Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Pujiati (55), warga RT 03 RW 03 Dusun Ngatup, mengatakan kalau dirinya sering mengalami pusing dampak setiap hari menghirup bau busuk yang diduga berasal dari cerobong asap PT KTS. Bahkan keponakannya sampai mengalami sinusitis yang tak kunjung sembuh.
BACA JUGA:
- Sumur Warga Plosolor Kediri Tercemar Limbah, Dewan Undang Masyarakat dan Pihak Terkait
- Perjanjian Internasional Akhiri Pencemaran Plastik Gagal, Negosiasi Akan Dilanjut Tahun Depan
- Terkait Penebangan Pohon di Sumber Complang, Aktivis Lingkungan Datangi Polsek Plosoklaten
- Kunjungi Pabrik Kerupuk Tengah Malam, Bupati Kediri Dorong Pengurusan BPOM
"Kami sekeluarga berharap ada tindakan yang nyata agar asap yang keluar dari cerobong pabrik itu tidak bau menyengat lagi. Kami sudah merasakan hal ini sejak pabrik berdiri sekitar tahun 2009-2010 lalu," kata Pujiati, Rabu (14/4).
Menurut Pujiati, ia dan keluarganya mendukung pengaduan yang dilakukan oleh warga RT 01 RW 04 ke Bupati Kediri. Ia berharap, Bupati Kediri bisa segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kemarin, ketika pihak pabrik memberi bantuan sembako kepada warga RT 03 RW 03, kami juga menolak menerima. Bantuan sembako terpaksa kami tolak, karena bukan sembako yang kami harapkan, tapi hilangnya bau busuk," tegasnya.
Sementara Kepala Desa Kambingan Djakarsi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa ia sudah didatangi tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri terkait dengan limbah bau busuk yang keluar dari PT KTS.






