Sabtu, 08 Mei 2021 20:06

Pelukis Asal Surabaya, Hamid Nabhan Rilis Buku Kumpulan Cerpen Baru dan Dibagikan Gratis

Jumat, 16 April 2021 18:14 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Indrayadi
Pelukis Asal Surabaya, Hamid Nabhan Rilis Buku Kumpulan Cerpen Baru dan Dibagikan Gratis
Hamid Nabhan dan buku kumpulan cerpen terbarunya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebagai seorang pelukis dan seniman, Hamid Nabhan tak hanya jago membuat lukisan, namun juga buku. Baru-baru ini, dia membuat karya terbarunya, yakni buku kumpulan cerpen berjudul "Janji" dan "Mimpi Topeng Monyet".

Dia mengatakan jika cerita dalam buku tersebut merupakan satire atau cerita sindiran. "Seperti dalam buku topeng monyet, di situ saya menyindir antara kerakusan manusia yang berakal dengan kerakusan yang dilakukan oleh monyet," tuturnya.

Ada kalanya seorang penulis membuat sebuah buku yang memerlukan waktu cukup lama, bahkan sampai berbulan-bulan, namun tak jarang yang bisa selesai dalam waktu singkat. Namun Hamid tergolong cepat dalam pembuatan kedua karyanya tersebut.

"Kisah topeng monyet itu saya bikin semalam selesai. Sedangkan buku 'Janji' kelar dalam seminggu. Tak ada kendala berarti saat prosesnya, saya rasa semua mengalir begitu aja," ujarnya.

BACA JUGA : 

Adakan Lomba Cerpen Tingkat Nasional, DKS Siapkan Hadiah Rp 20 Juta

Makna “Man Jadda Wajada”, Sebuah Cerpen

Dia menambahkan bahwa "Janji" adalah bukunya yang ke-44, sedangkan "Mimpi Topeng Monyet" adalah buku yang ke-45. Pada cerpen "Janji" sedikit lebih panjang berisi 48 halaman dengan pengantarnya sekali. Sedangkan pada cerpen yang lainnya yaitu "Mimpi Topeng Monyet" berisi 48 halaman beserta kata pengantarnya. Kedua buku tersebut diberi pengantar oleh Prof. Jakob Sumardjo.

Dengan dirilisnya kedua buku tersebut, Hamid berharap agar mendorong masyarakat untuk lebih menyukai membaca untuk menambah wawasan. Dikatakannya, semua buku tersebut akan dibagikan secara gratis dan hal itu seiring dengan program dari Nabhan Galeri yang ingin memberikan sumbangsih berupa literasi kepada bangsa.

"Sasarannya adalah teman-teman yang menyukai cerita fiktif, perpustakaan, serta untuk insan teater di seluruh Indonesia," tutup Hamid Nabhan. (dra/zar)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...