Minggu, 09 Mei 2021 07:37

Dinilai Kurang Transparan, Proses Pembentukan Panitia Pilkades Jember Akan ​Dikawal Langsung DPRD

Selasa, 04 Mei 2021 17:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Indrawan
Dinilai Kurang Transparan, Proses Pembentukan Panitia Pilkades Jember Akan ​Dikawal Langsung DPRD
Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni. (foto: ist)

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Komisi A DPRD Jember akan terjun langsung untuk mengawal proses pembentukan panitia pemilihan kepala desa. Hal ini dilakukan lantaran adanya beberapa desa yang dinilai kurang transparan dalam proses pembentukan panitia pemilihan kepala desa, yakni tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga masyarakat menjadi tidak tahu.

"Proses pemilihan panitia kepala desa ini sudah menjadi atensi Komisi A, sebab ada beberapa desa yang infonya masuk ke kami, karena masyarakat tidak tahu-menahu adanya panitia pemilihan," kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, Selasa (4/5/2021).

Seharusnya, kata Tabroni, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember proaktif mengawasi proses pelaksanaan pilkades. "DPMD Jember harus tahu atau turun langsung untuk mengawasi prosesnya," katanya.

Jika masih ada masalah, Komisi A DPRD Jember akan meminta kepada DPMD untuk menginstruksikan desa yang dirasa tidak sesuai mekanisme untuk mengulang proses pembentukan panitia pilkades.

BACA JUGA : 

Bupati Jember Hendy Siswanto Lantik 59 Pj Kepala Desa

Bupati Hendy akan Jadikan Edamame Bagian dari Icon Jember

Pengamat Lalin Unej: Pengalihan Arus Memecah Kepadatan Sekaligus Akibatkan Penumpukan

Gelar Apel Bersama TNI/Polri, Bupati Hendy: Nyawa Itu Tertinggi daripada Semua Hukum yang Ada

"Kami minta DPMD segera mengambil langkah, agar masyarakat ikut serta dalam pelaksanaan pilkades. Kalau masih ada yang tidak sesuai aturan, kami minta untuk diproses ulang dari awal," tegas Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Diketahui, total anggaran yang disiapkan oleh pemerintah yang bersumber dari APBD untuk masing-masing desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa sebesar Rp150 juta.

"Pemerintah telah menganggarkan sekitar 150 juta per desa, tetapi ini masih akan kami sesuaikan lagi. Anggaran sebesar itu akan kami sesuaikan lagi dengan jumlah pemilih yang ada di daerah tersebut," ungkapnya.

Sebagai informasi, pada bulan Agustus 2021 mendatang, ada sekitar 59 desa di Kabupaten Jember akan menggelar pelaksanaan pilkades serentak. (yud/zar)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...