Rabu, 16 Juni 2021 15:28

Akibat Larangan Mudik, Terminal Pare Kediri Sepi Aktivitas

Jumat, 14 Mei 2021 21:18 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Akibat Larangan Mudik, Terminal Pare Kediri Sepi Aktivitas
Kondisi Terminal Bus Pare, Kabupaten Kediri saat Lebaran hari pertama kemarin. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Terminal Bus Pare, Kabupaten Kediri, tampak lengang pada hari raya Idul Fitri tahun ini. Biasanya, Terminal ini selalu ramai karena disinggahi bus antarkota jurusan Kediri-Malang, Blitar-Surabaya, Kediri-Surabaya maupun Kediri-Denpasar lewat Malang, dan sebaliknya.

Kepala Terminal Pare, Kabupaten Kediri, Gatot Santosa mengatakan, sepinya terminal disebabkan adanya larangan mudik lebaran yang diberlakukan oleh Pemerintah

"Larangan mudik ini diputuskan pemerintah, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di tengah suasana Lebaran. Kami pun patuh, dan sejak tanggal 6 Mei sampai sekarang tidak terlihat adanya pemudik," kata Gatot, Jumat (14/5).

Ia menjelaskan, kebijakan larangan mudik ini berimbas pada puluhan sopir bus di Terminal Pare. Mereka terpaksa diminta berhenti bekerja oleh Perusahaan Otobus (PO) tempatnya bernaung, khususnya antara tanggal 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.

BACA JUGA : 

Tak Alami Menstruasi, Ani Chasanah Minta PN Kediri Ganti Statusnya Jadi Lelaki Tulen

Penelitian Arkeologi Situs Candi Adan-Adan Tahap ke-5 Temukan Sudut Candi dan Dua Gentong

Ditinggal Ayahnya Ambil Tas di Mobil, Bocah Empat Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel

Jadi Pusat Budi Daya Ikan Cupang, Hasilkan Rp 49,6 M, Kediri Bakal Gelar Kontes Betta

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan Terminal Pare. Sebelum ada pandemi, jumlah penumpang di Terminal Pare bisa mencapai 300 hingga 500 orang per hari di hari-hari biasa. Sedangkan di musim lebaran bisa menembus angka 1.000 hingga 1.500 orang per hari.

"Sementara dari sisi ketersediaan armada, kalau lebaran tahun sebelumnya ada 60 sampai 70 bus yang beroperasi tiap hari. Namun, pada kondisi normal, di luar pandemi Covid-19 hanya ada 30 hingga 50 bus per hari," ujar Gatot. (uji/ns)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...