Senin, 14 Juni 2021 09:58

Dinas Pertanian Kediri Turunkan Tim Cek Tanaman Padi yang Terserang Penyakit Potong Leher

Minggu, 16 Mei 2021 13:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Dinas Pertanian Kediri Turunkan Tim Cek Tanaman Padi yang Terserang Penyakit Potong Leher
Dari kiri, Joko Supriadi (POPT Kecamatan Tarokan), Agus Suprapto (petani), Nurul Huda (Koordinator PPL Kecamatan Tarokan), dan Riono Yekti Wibowo (Koordinator POPT Kabupaten Kediri). foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dinas Pertanian Kabupaten Kediri langsung merespons keluhan petani yang tanaman padi-nya terserang penyakit potong leher di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Tim yang turun ke lapangan terdiri dari PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) dan POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Kecamatan Tarokan, serta POPT Kabupaten Kediri

Nurul Huda, Koordinator PPL Kecamatan Tarokan, membenarkan pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan. Hasilnya, memang benar ada tanaman padi di lahan milik Agus Suprapto yang terserang neck blast atau penyakit potong leher.

"Tapi yang terserang penyakit potong leher baru sekitar 0,35 hektare dari keseluruhan hamparan seluas 10 hektare," kata Nurul Huda, Minggu (16/5).

BACA JUGA : 

Musim Kemarau, Petani Hidroponik di Kota Kediri Waspada Hama Penggorok dan Kutu Daun

Masalah Petani di Musim Kemarau: Irigasi dan Belalang, Ini Langkah Pemkot Kediri

Pemkab Kediri Jalin Kerja Sama dengan UGM Kembangkan Sektor Pertanian

Yayuk Tegaskan Tak Pernah Sebutkan Luas Lahan yang Terserang Penyakit di Tarokan

Karena itu, pihaknya berupaya agar serangan neck blast itu tidak meluas ke lahan lain. Salah satunya, dengan melakukan gerakan pengendalian (gerdal) secepatnya.

Berdasarkan hasil pengamatan bersama POPT, lanjut Nurul Huda, bahwa yang menyerang tanaman padi di lahan milik Agus Suprapto lebih banyak mengarah ke penyakit kresek yang disebabkan bakteri Xanthomonas.

"Penyakit kresek pada tanaman padi disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae, di mana serangan oleh bakteri ini dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan juga dapat menurunkan hasil produksi tanaman padi," terangnya didampingi POPT Kecamatan Tarokan Joko Supriadi dan Koordinator POPT Kabupaten Kediri Riono Yekti Wibowo.

Ditambahkan Nurul Huda, tanaman padi bisa terserang neck blast disebabkan kelembapan yang tinggi, jarak tanam yang terlalu rapat, penggunaan pupuk berunsur N yang terlalu tinggi sehingga bisa memicu pertumbuhan jamur, dan kurang diperhatikannya pembersihan gulma.

"Cara pengendaliannya, adalah dengan cara pencegahan sedari awal, antara lain dengan penggunaan varietas tahan penyakit, jarak tanam tidak terlalu rapat, lebih baik menggunakan sistem jajar legowo, kurangi penggunaan pupuk dengan unsur N (urea)," pungkas Nurul Huda. (uji/rev)

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...