Rabu, 04 Agustus 2021 21:59

Air Embung di Tarokan Menyusut, Aktivis Lingkungan Dukung Mas Bup Dhito Buat Embung Lagi

Rabu, 26 Mei 2021 20:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Air Embung di Tarokan Menyusut, Aktivis Lingkungan Dukung Mas Bup Dhito Buat Embung Lagi
Embung di Dusun Magersari Desa/Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri. foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Relawan Lingkungan Hidup yang tergabung dalam wadah Wilis Lestari Kediri mendukung langkah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akan membuat embung (danau buatan) baru di sekitar area pembangunan Bandara Kediri.

Budiman, Koordinator Wilis Lestari mengatakan pembuatan embung baru di lereng Gunung Wilis itu diperlukan guna mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah yang meliputi tiga kecamatan yaitu Banyakan, Grogol, dan Tarokan.

Namun pihaknya berharap Mas Bup Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, untuk lebih dulu mengoptimalkan embung yang sudah ada saat ini, karena keberadaannya kurang terawat.

Menurut Budiman, setidaknya ada dua embung yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Yaitu embung di Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol dan embung di Dusun Magersari, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

BACA JUGA : 

Pastikan Bantuan Sampai di Tangan, Bupati Kediri Datangi Rumah Warga Isoman Pakai Vespa

Tinjau Tempat Isolasi Terpadu di Gedung SKB Kediri, Mas Dhito Akan Siapkan 2 Rumah Sakit Darurat

Baliho Puan Maharani Mulai Tampak di Kediri

Ibu Aminah Akhirnya Meninggal Setelah Ditolak Beberapa RS karena Penuh dan Tidak Ada Oksigen

"Embung yang berada di Dusun Magersari Desa Tarokan ini perlu mendapat perhatian, mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan para petani di Kecamatan Tarokan," kata Budiman bersama anggotanya usai melihat dari dekat keberadaan embung Grogol yang airnya mulai menyusut, Rabu (26/5).

Menurut Budiman, embung-embung itu sebaiknya tidak hanya digunakan untuk menampung dan mengatur suplai air hujan saja, tetapi dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata baru. Lebih-lebih, Bandara Kediri yang tidak jauh dari embung-embung itu segera berdiri.

Sebelumnya, Mas Bup Dhito pernah menyampaikan rencana pembuatan embung di sekitar Bandara Kediri untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan. Untuk memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kediri untuk diajak berdiskusi soal pembuatan embung tersebut.

"Salah satu gagasan alternatif adalah berupa pembangunan embung di sekitar bandara sebagai langkah mengantisipasi banjir di musim penghujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau," ujar Mas Bup Dhito usai melakukan kunjungan ke lokasi proyek Bandara Kediri beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, ada dua aliran sungai di sekitar bandara yang nantinya akan digunakan untuk mengalirkan air dari embung. Yakni Sungai Kolokoso dan Sungai Hardisingat.

"Saya sedang rembukan dengan PUPR, supaya dibuatkan dua embung besar di dekat bandara. Kalau musim kemarau fungsinya untuk mengalirkan air, sekaligus bisa menampung air dan mencegah banjir, jika datang musim hujan. Kita lakukan DED (Detail Engineering Design) dulu dan prosesnya panjang," tukas Mas Bup Dhito. (uji/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...