Rabu, 28 Juli 2021 20:11

Bupati Pasuruan Pastikan Pilkades Serentak Sesuai Jadwal

Kamis, 27 Mei 2021 14:52 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
Bupati Pasuruan Pastikan Pilkades Serentak Sesuai Jadwal
Bupati Pasuruan saat memberikan keterangan soal pilkades serentak. (foto: ist)

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A., memastikan tidak ada penundaan pilkades serentak, meski ada desakan dari Komisi I DPRD agar tahapan-tahapan hajat 6 tahunan itu ditunda sebulan. Tujuannya, menunggu rampungnya raperda baru tentang pemerintahan desa yang sedang dibahas oleh pansus.

"Untuk pilkades serentak pada 2021 tetap jalan dan tidak ada penundaan. Kalaupun ada usulan dari parlemen yang mengusulkan penundaan, ya tetap kita hargai selama untuk kebaikan," kata Gus Irsyad, sapaannya, Kamis (27/7).

Gus Irsyad menerangkan, gelaran pilkades serentak ini juga melibatkan instansi-instansi lain. Di antaranya, pihak kepolisian. Mereka yang akan menjaga keamanan di masing-masing wilayah agar pilkades bisa berjalan dengan sukses dan aman.

"Anggaran untuk biaya keamanan sudah kita transfer, kalau ditunda lantas bagaimana pertanggungjawabannya. Namun kita tetap menghargai usulan teman-teman dewan," terangnya.

BACA JUGA : 

Wali Kota Pasuruan Hadiri Paripurna Pertanggungjawaban APBD TA 2020

Desak Pemkab Segera Cairkan Insentif Nakes, Anggota Komisi IV Dorong Transparansi Anggaran Cukai

Antrean Tinggi di RS Rujukan, Pemkab Pasuruan Berencana Berdayakan Sejumlah Puskesmas

Perluas Target Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kabupaten Pasuruan Sasar Masyarakat Umum dan Remaja

Dia menjelaskan, tahapan pilkades sendiri sudah mulai dilakukan oleh Pemkab Pasuruan pada 25 Mei 2021 kemarin dengan menggelar rapat koordinasi dengan Polres Pasuruan membahas teknis pelaksanaan pengamanan.

"Dan pada 10 Juli 2021 mendatang akan dilanjutkan dengan pencanangan pilkades serentak," jelasnya.

Adapun anggaran awal yang disiapkan pemkab sebesar 5 miliar rupiah. Akan tetapi, dalam perjalanannya ada edaran Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pilkades.

"Dalam Permendagri tersebut, diatur beberapa ketentuan. Salah satunya, berkaitan dengan pembatasan pemilih pada setiap TPS di masa pandemi Covid-19. Di mana setiap TPS yang ada, dibatasi maksimal 500 orang pemilih. Maka diperlukan penambahan TPS baru. Untuk penambahan TPS baru juga pihak DMPD menyiapkan anggaran tambahan mendahului PAK sebesar 4 miliar rupiah," pungkasnya. (bib/par/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...