Ilustrasi koperasi.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan koperasi di Kabupaten Pasuruan yang belum beroperasi lantaran terkendala permodalan serta buruknya pengelolaan keuangan, akan dibina Pemkab Pasuruan.
Rencana tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, Trijono Isdijanto. Ia menuturkan, koperasi di Kabupaten Pasuruan jumlahnya mencapai ratusan. Dari jumlah tersebut, ada puluhan yang memang mengalami mati suri alias tak aktif lantaran terkendala permodalan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Dorong Literasi Koperasi Mahasiswa, Wali Kota Pasuruan Sebut Kampus Punya Peran Strategis
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Karena itu, Pemkab Pasuruan berencana melakukan revitalisasi puluhan koperasi tersebut agar bisa berberoperasi dengan baik dan keuangannya sehat.
“Dari hasil eveluasi yang dilakukan oleh dinas (dinkop), kendala yang dihadapi mereka rata-rata soal permodalan, dan sebagian lain kendala buruknya manajemen keuangan,“ jelasnya.
Dirinya masih yakin, beberapa koperasi yang tidak aktif tersebut masih memiliki peluang untuk dihidupkan kembali, dengan catatan semangat yang kuat dari para pengurus.
“Tahun ini, dinas (dinkop) akan melakukan pembinaan terhadap pengurus koperasi tersebut. Supaya bisa aktif dan beroperasi kembali,” ungkap Trijono.
Total keperasi yang ada di Kabupaten Pasuruan kurang lebih 1.067. Untuk yang aktif ada 993 unit koperasi, sementara sisanya sebanyak 74 koperasi dalam keadaan non aktif.
Menurut Trijono, setidaknya ada 200 koperasi yang akan mendapat pembinaan oleh dinas koperasi. Pembinaan yang dilakukan difokuskan pada manajemen maupun pemasaran. Sehingga, keberadaan koperasi tersebut bisa bangkit dan berkembang. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




