Senin, 02 Agustus 2021 23:46

Cek Penebangan Liar di Kawasan Sumber Air Kediri, Tim BKSDA Jatim Temukan Fakta Ini

Senin, 07 Juni 2021 22:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Cek Penebangan Liar di Kawasan Sumber Air Kediri, Tim BKSDA Jatim Temukan Fakta Ini
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Kediri BKSDA Jawa Timur, Nur Muhammad Ndaru Sudiro (kiri) dan tim saat mengecek sumber Pawon/Alaska didampingi Anggota Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wisata Alam Alaska (Alas Karetan) yang menempati Kawasan Lindung Sumber Pawon, Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, sudah dibuka kembali. Sebelumnya, Wisata Alaska ditutup sejak awal bulan Januari 2021 lalu oleh Pemdes Tempurejo.

Bukti dibukanya wisata alam yang sempat viral itu ditandai dengan berdirinya warung yang sebelumnya sudah dibongkar. Sedikitnya ada 5 warung yang dibangun lagi di tempat semula.

Diketahuinya bahwa Wisata Alam Alaska telah dibuka ketika tim dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur turun langsung untuk mengecek keberadaan Kawasan Lindung Sumber Pawon, yang diduga telah terjadi penebangan pohon di area sumber air.

BKSDA sendiri adalah unit pelaksana teknis setingkat eselon III (atau eselon II untuk balai besar) di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

BACA JUGA : 

Pastikan Bantuan Sampai di Tangan, Bupati Kediri Datangi Rumah Warga Isoman Pakai Vespa

Sandiaga Uno Apesiasi Industri Kreatif dan Potensi Wisata Kota Kediri

Tinjau Tempat Isolasi Terpadu di Gedung SKB Kediri, Mas Dhito Akan Siapkan 2 Rumah Sakit Darurat

Baliho Puan Maharani Mulai Tampak di Kediri

Nur Muhammad Ndaru Sudiro, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Kediri, BKSDA Jawa Timur menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengetahui keadaan sebenarnya di lapangan terkait laporan dugaan penebangan pohon di Alaska (Sumber Pawon) dan Sumber Mbah Jenggot.

"Kami ingin mengetahui sejauh mana kebenaran terkait informasi adanya dugaan penebangan pohon di Alaska (Desa Tempurejo, Kecamatan Wates) dan Sumber Mbah Jenggot (Desa Bedali, Kecamatan Ngancar). Kami ingin mengetahui kronologisnya seperti apa. Hasil pengecekan ini akan kami laporkan kepada pimpinan," kata Nur Muhammad Ndaru Sudiro, Senin (7/6) sore.

Sementara itu, Nana, salah satu pemilik warung di kawasan Alaska mengatakan, ia dan beberapa temannya terpaksa nekat mendirikan warungnya kembali untuk berdagang agar bisa menyambung hidup.

Nana mengaku sudah dua hari ini mulai berdagang lagi. Selama pandemi ini, ia sama sekali tidak mempunyai penghasilan. Padahal ia harus menghidupi tiga orang anaknya. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain.

"Katanya dulu akan direlokasi di tempat yang berada di luar kawasan wisata. Tapi sampai saat ini, tempat relokasi itu belum juga dibangun. Makanya, kami terpaksa mendirikan warung lagi di tempat yang dulu," ujar Nana.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, penutupan wisata Alaska terjadi setelah pihak pengelola berseteru dengan para aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan.

Penutupan Wisata Alam Alaska yang sedang viral di dunia maya tersebut memang bukan karena ada pandemi Covid-19 seperti tempat-tempat wisata lainnya di Kabupaten Kediri, tapi karena atas desakan para aktivis lingkungan di Kediri.

Para aktivis resah atas rusaknya lingkungan di Kawasan Lindung Sumber Pawon yang beralih fungsi menjadi tempat wisata dengan mengorbankan lingkungan. Bahkan kasus dugaan penebangan pohon di Alaska ini sudah dilaporkan ke Polres Kediri.

Heri DK, Koordinator 1 Komunitas Oleng-Oleng menjelaskan, Wisata Alam Alaska mulai dibangun pada pertengahan tahun 2019 lalu. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Alam Alaska sudah dikenal dan banyak didatangi pengunjung.

"Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan jika Kawasan Lindung Sumber Pawon dijadikan tempat wisata. Yang kami permasalahkan adalah rusaknya lingkungan akibat penebangan pohon di kawasan lindung tersebut," kata Heri yang juga anggota Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri Raya. (uji/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...