Rabu, 04 Agustus 2021 23:05

Soroti Silpa Rp 305 M da​n Rp 18 M Kelurahan Tak Terserap, Ini PU DPRD Gresik pada LPjP APBD 2020

Kamis, 17 Juni 2021 11:49 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Syuhud Almanfaluty
Soroti Silpa Rp 305 M da​n Rp 18 M Kelurahan Tak Terserap, Ini PU DPRD Gresik pada LPjP APBD 2020
DPRD Gresik saat menggelar paripurna agenda PU terhadap LPjP APBD 2020, Rabu (16/6) kemarin. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Banyak sorotan menarik yang dilontarkan anggota DPRD Gresik menyikapi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan (LPjP) APBD Gresik tahun 2020, dalam paripurna Rabu (16/6/2021) kemarin.

Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Mujid Riduan, didampingi Ketua Much Abdul Qodir, dan Wakil Ketua Nur Saidah, serta dihadiri Wabup Aminatun Habibah (Bu Min), dan tujuh juru bicara (jubir) fraksi itu banyak menyorot Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 18 miliar yang tak terserap.

Menurut Lusi Kustianah, Juru Bicara Fraksi Golkar, tak terserapnya DAU untuk kecamatan itu lantaran regulasi dan SDM aparaturnya belum siap. Untuk itu, ia berharap ke depannya hal seperti ini tak boleh kembali terulang. Sebab, bisa menghambat kemajuan kelurahan.

Senada dikatakan Mustajab, Juru Bicara Fraksi Amanat Pembangunan (FAP). Ia juga menyorot DAU Rp 18 miliar untuk kelurahan, atau masing-masing kelurahan Rp 700, dari 26 kelurahan se-Kabupaten Gresik.

BACA JUGA : 

Bupati Gus Yani Pakai Aplikasi Silacak untuk Tracing Covid-19

Rankhir RPJMD Gresik 2021-2026, Proyeksi Pendapatan Rp 3,821 Triliun, Belanja Tembus Rp 4 Triliun

Kembali Lakukan Misi Kemanusiaan, AKD Manyar Bagikan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Bupati Gus Yani Gandeng KPU untuk Percepat Pendataan Vaksinasi

Mustajab minta Pemkab Gresik menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan agar kasus tak terserapnya anggaran untuk kelurahan tak terulang.

Ia juga menyorot Silpa Rp 305 miliar di APBD 2020 akibat banyaknya kegiatan yang tak bisa dilakukan. Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan masyarakat.

"Karena itu, ke depannya kondisi serupa tak terulang. Untuk itu, OPD harus cermat dalam penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Makanya, semua harus ter-schedule dengan baik," pinta Sekretaris DPD PAN Kabupaten Gresik ini.

Sementara Sulis Irbansah, Juru Bicara F-PDI Perjuangan menyorot menilai munculnya Silpa Rp 305 miliar karena banyak proyek infrastruktur tak terlaksana.

Dia juga menyorot soal banyaknya potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang tak tergarap dengan baik, sehingga target tak terpenuhi. Namun, ia juga mengapresiasi sejumlah realisisasi pendapatan yang melampaui target.

Dalam kesempatan ini, Sulis juga meminta Pemkab Gresik memanfaatkan Stadion Gelora Joko Samudera (Gejos) dan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) 1 dan 2 untuk mendongkrak PAD. "Kami minta agar gedung yang disewakan seperti stadion, WEP, untuk mendongkrak PAD," pintanya.

Sementara Hj. Hudaifah, Juru Bicara FPKB menyorot anggaran di sejumlah OPD yang tak terserap dengan baik lantaran kurang maksimalnya pelaksanaan kegiatan dan serapan.

Ia mencontohkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Pendidikan (Dispendik). "Untuk itu, Fraksi PKB meminta agar serapan belanja bisa maksimal harus melaksanakan kegiatan tepat waktu," pungkasnya. (hud)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...