Direktur YLBH FT, Andi Fajar Yulianto.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur YLBH Fajar Trilksana, Andi Fajar Yulianto, menanggapi pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke Kota Pudak pada 2026 yang mencapai lebih dari Rp500 miliar.
Fajar menyatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Pemkab Gresik untuk membangun mental berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- ASN di Gresik Jadi Rektor, YLBH FT Beri Catatan
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
“Pemerintah menghadapi pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat adalah momentum untuk miliki mental berdikari dalam mencukupi belanja pembangunan,” ujarnya kepada BANGSAONLINE, Selasa (21/10/2025).
Menurut dia, sikap berdikari berarti mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain.
“Istilah berdikari ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden RI Soekarno untuk menggambarkan kemandirian bangsa Indonesia, baik dalam hal politik, ekonomi, maupun kebudayaan,” cetusnya.
Dalam menghadapi tantangan fiskal, Fajar menyarankan tiga langkah strategis yang dapat ditempuh oleh pemerintah daerah setempat, pertama yakni mengoptimalkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




