Kamis, 29 Juli 2021 05:41

Pengamat Hukum Pertanyakan Tidak Ditahannya Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng

Senin, 21 Juni 2021 20:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sahlan
Pengamat Hukum Pertanyakan Tidak Ditahannya Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng
Herman Wahyudi.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Herman Wahyudi, S.H. seorang praktisi hukum di Sumenep mempertanyakan tidak ditahannya tersangka kasus pungli di Pasar Lenteng. Padahal, tersangka ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli. 

Herman membandingkan dengan tersangka narkoba yang ditangkap hasil OTT, yang langsung ditahan.

“Kenapa pada kasus tangkap tangan yang diduga melibatkan salah seorang ASN statusnya tidak ditahan dan masih bisa bernapas lega melenggang di luar tahanan. Ada apa ini? Kenapa hingga kini belum jelas statusnya?,” katanya kepada BANGSAONLINE.com Senin, (21/06/21).

Menurut Herman, pada kasus OTT, seharusnya tersangka ditahan karena petugas telah mengantongi dua alat bukti. "Kasus itu bukan delik aduan yang masih membutuhkan dua alat bukti. Ini OTT mas, artinya saat melakukan OTT (petugas) sudah mengantongi dua alat bukti," imbuhnya.

BACA JUGA : 

Awal Ramadan, Harga Daging Ayam di Sumenep Melonjak Tinggi

Warga Sumenep Korban Dugaan Pemotongan Bantuan Program MBR Mulai Buka Suara

Bantuan untuk MBR di Sumenep Diduga Disunat, Warga Ancam Laporkan ke Aparat

Safari Kepulauan, ​Pemkab Sumenep Bangun Pasar Tradisional di Kecamatan Kangayan

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti. S.H., membenarkan tersangka atas nama Rasid tidak ditahan. Pasalnya, ada permohonan penangguhan dari pihak keluarga.

"Salah satunya karena penangguhaan penanganan, karena permohonan pihak keluarga," katanya.

"Karena ada petunjuk jaksa kasus itu kini sudah P19, karena berkasnya harus ada yang dilengkapi,” tambahnya. (aln/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...