Senin, 02 Agustus 2021 22:57

Hati-hati dengan Nazar, Begini Konsekuensi Hukumnya Ketika Tak Bisa Memenuhi

Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Hati-hati dengan Nazar, Begini Konsekuensi Hukumnya Ketika Tak Bisa Memenuhi
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<


Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb. Pak Kiai, saya mau bertanya soal nazar. Saya pernah bernazar, ketika nanti ulang tahun anak saya, saya akan menyantuni 10 anak yatim. Saat ulang tahun anak saya tiba, ada kebutuhan lain yang lebih mendesak. Akhirnya saya hanya bisa menyantuni 5 anak yatim.

BACA JUGA : 

Menarik Kembali Pernyataan Hibah yang Sudah Terucap, Bolehkah?

Menjual Daging atau Kulit Binatang Kurban, Bolehkah Kiai?

Saya Sudah Tidak Ada Hasrat Lagi dengan Suami, Harus Bagaimana?

Ketidakpuasan di Ranjang, Bisa Mendorong Istri Mencari Kepuasan Ilegal

Apakah boleh seperti itu Kiai? Apakah saya tetap harus menggenapkan 10 anak. Mohon penjelasannya. Terima kasih. (Samsul Hadi – Klaten)

Jawaban:

Wa'alaikumus salam wr.wb. Secara umum nazar adalah janji seorang pada Allah untuk melakukan kebaikan jika suatu nikmat datang padanya. Jika nikmat ulang tahun itu tiba, -- seperti yang bapak tanya--, maka bapak wajib memenuhi atau nazar itu seratus persen.

Andaikan dalam nazar yang bapak ucapkan itu tidak menyebut angka, maka menyantuni satu, dua, tiga anak yatim, dan seterusnya, itu sudah mencukupi. Tetapi karena bapak menyebut angka, maka apakah wajib memenuhi 100 persen? Ada tiga pendapat.

Pertama, pemenuhan 50% dari nazar yang diucapkan itu dianggap tidak memenuhi nazar. Karena itu bapak wajib membayar kafarat (denda) seperti kafarat melanggar sumpah.

Kedua, bapak memenuhi 50% itu dinilai sudah melaksanakan nazar. Ini, karena bapak tidak memenuhi 100% karena digunakan untuk keperluan lain yang memenuhinya juga kewajiban.

Ketiga, bapak dianggap memenuhi nazar 50%. Sedang yang 50% yang belum tetap menjadi utang. Jika tidak bisa memenuhi, maka bapak wajib membayar kaffarat 50%.

Bapak tinggal memilih salah satu dari pendapat di atas. Demikian, wallahu a'lam

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...