KH Hisyam Syafaat. Foto: alukhuwahkabs blongspot.com
Acara yang dihadiri Rais Syuriah, ketua PCNU dan pengasuh pondok pesantren ini, dipimpin oleh Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali. Acara dimulai dengan sambutan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi sekaligus tuan rumah dan Pengasuh Pesantren Blok Agung, KH. Hisyam Syafaat.
Kiai Hisyam mengakusangat bahagia sekali atas kehadiran Gus Solah yang merupakan cucu pendiri sekaligus Rais Akbar NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.
“Karena abah kami, Kiai Haji Mukhtar Syafaat mondok sekitar 7 tahun di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan berguru pada Kiai Hasyim Asy’ari,” kata Kiai Hisyam Syafaat.
Karena itu Kiai Hisyam sangat berharap dan mengapresiasi jika NU nanti dipimpin kembali oleh keluarga pendiri NU. Artinya, Kiai Hisyam Syafaat sangat bangga jika Gus Solah mimpin NU ke depan.
Penolakan enam PCNU dalam acara silaturahim yang digelar di pesantren yang diasuh KH Hisyam Syafaat itu semakin menambah daftar panjang PCNU yang menolak sistem pemilihan Ahwadiberlakukan dalam Muktamar NU ke-33.
Sebelumnya, seperti diberitakan bangsaonline.com, PCNU Surabaya, Malang, Sidoarjo dan beberapa PCNU lain juga menolak sistem Ahwa. Bahkan hampir semua PWNU luar Jawa menolak Ahwa diberlakukan dalam Muktamar ke-33 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




