dr. Adi Yumanto. foto: bangsaonline.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Seleksi Terbuka (Selter) atau Lelang Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik yang tengah berjalan menjadi perhatian publik Gresik. Mereka ingin melihat kebijakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam memilih pembantunya pada jabatan sekda.
Maklum, seleksi sekda ini kali pertama dilakukan Bupati Gus Yani dan Wabup Aminatun Habibah, sejak keduanya dilantik Gubernur Jatim pada 26 Februari 2021, dan setelah menggulirkan mutasi jilid I sebanyak 384 pejabat pada 30 Agustus.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik dan Dewan Komitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan Poros Desa
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
Bupati Gus Yani memastikan bahwa dalam seleksi sekda ini tak ada titip menitip. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik, dr. Adi Yumanto.
"Pak Bupati Gus Yani memastikan tak ada titip menitip dalam lelang sekda," ujar Adi Yumanto saat dihubungi BANGSAONLINE.com melalui telepon selulernya, Minggu (12/9/2021).
Pada Jumat (10/9/2021) lalu BANGSAONLINE.com sempat mewawancarai Adi Yumanto. Namun untuk memastikan kelengkapan data, hari ini, BANGSAONLINE.com kembali mewawancari pria berkacamata tersebut.
Menurut dr. Adi, sapaan akrabnya, bupati menginginkan semua pejabat eselon IIB yang memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi sekda. Sebab, semua pejabat punya peluang sama untuk bisa menjadi sekda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




