Koordinator ARPL Kediri dr. Ari Purnomo Adi (berdiri tiga dari kiri), dan Kades Sugihwaras Masiran (berdiri empat dari kiri) bersama para relawan, SAR Kelud, tukang ojek, dan PKL Kawasan Wisata Gunung Kelud. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, memfasilitasi pertemuan antara perwakilan relawan dari Aliansi Relawan Peduli Lingkungan (ARPL) Kediri, SAR (Search & Rescue) Kelud, tukang ojek dan PKL (pedagang kaki lima) di kawasan wisata Gunung Kelud.
Pertemuan yang digelar di Kantor Desa Sugihwaras tersebut antara lain membahas reboisasi atau penghijauan dan penanganan masalah sampah di kawasan Wisata Gunung Kelud.
BACA JUGA:
- Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan Gunung Kelud Kediri Melonjak hingga 900 Orang per Hari
- Bupati Kediri Instruksikan Pembangunan Jalan Menuju Kawah Gunung Kelud Dilanjutkan
- Pemkab Kediri Atur Jam Operasional PKL di Simpang Lima Gumul
- Wali Kota Kediri Serahkan Bantuan Gerobak untuk 24 PKL Terdampak Relokasi
Masiran, Kades Sugihwaras, menyampaikan saat ini ada 178 tukang ojek dan 79 PKL yang sehari-hari mengais rezeki di kawasan Wisata Gunung Kelud.
"Kami ingin melibatkan kawan-kawan pengojek dan PKL untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Harapan kami, kegiatan yang kita rencanakan untuk reboisasi dan penanganan masalah sampah bisa terlaksana dengan baik," kata Masiran, Rabu (22/9).
Pihaknya sengaja melibatkan relawan yang tergabung dalam ARPL Kediri, karena mereka sudah berpengalaman di bidang kelestarian lingkungan dan alam, termasuk penanganan sampah.
Dalam kesempatan itu, Erwan Nugroho, salah satu perwakilan tukang ojek menyarankan relawan agar menanam tanaman yang cocok untuk kawasan Wisata Gunung Kelud.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




