Ini Perbedaan Pisang Cavendish Asli dan Palsu

Ini Perbedaan Pisang Cavendish Asli dan Palsu Ahmad Yani (pegang mik) saat memberikan materi dalam pelatihan budi daya pisang cavendish. Tampak di sampingnya, KH. Abd Rokhim (Rais Syuriah PCNU Bangil) dan Winaryo (Ketua LPPNU Bangil). foto: AHMAD FUAD/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Masyarakat masih banyak yang tidak mengetahui ciri-ciri pisang cavendish asli atau palsu. Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Persatuan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Timur, H. Ahmad Yani, dalam acara pelatihan budi daya pisang cavendish di Pasuruan, Minggu (21/11).

"Masyarakat tahunya pisang cavendish yang dijual para pedagang di pinggir-pinggir jalan. Mereka tahunya pisang cavendish itu hanya sebatas warnanya kuning, ada stempel stikernya di pisang," ujar Ahmad Yani.

Padahal, kata dia, pisang cavendish yang dijual di pinggir-pinggir jalan juga ada yang palsu. Ia menjelaskan, pisang cavendish yang asli memiliki warna kuning merona, dengan bentuk yang bagus. Selain itu, cita rasanya manis dan punel.

"Kalau kuning agak kehijauan, puyeh, itu jelas bukan cavendish asli," jelas dia kepada BANGSAONLINE.com usai memberikan materi dalam pelatihan budi daya penanaman pisang cavendish di Kebun Mas Doel, Dusun Pajajaran, Gunung Gangsir, Beji, Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, Gus Yani juga menjelaskan cara bercocok tanam pisang cavendish yang baik. Menurutnya, menanam pisang cavendish tidak seperti menanam pisang biasa, yang bisa ditinggal. Sebab, ada cara tersendiri dari segi pemupukan, pengairan, dan perawatan.

"Misal cara budi daya pisang tersebut tahapan awal, yakni bibit pisangnya asli pisang cavendish. Cara penggalianya ada ukurannya, jenis lahan yang ditanami juga harus subur, ada irigasi pengairan, kemudian disuntik kalau sudah tumbuh jantung pisang. Dikarenakan baunya sangat harum dan di situ kalau tidak disuntik maka akan dihinggapi hama, tawon, dan serangga lainnya," bebernya.

Simak berita selengkapnya ...