Aktivis Pendidikan PGRI Jatim Selidiki Dugaan Kasus PTT Lolos P3K di SMPN 2 Balung Jember

Aktivis Pendidikan PGRI Jatim Selidiki Dugaan Kasus PTT Lolos P3K di SMPN 2 Balung Jember Aktivis Pendidikan PGRI Jawa Timur, Ilham Wahyudi, saat rapat bersama pihak SMPN 2 Balung Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Aktivis Pendidikan PGRI Jawa Timur (Jatim), Ilham Wahyudi, turun tangan untuk menyelidiki banyaknya dugaan pegawai tidak tetap (PTT) yang bisa lolos P3K di Jember tahun ini.

Sejumlah sekolah yang terindikasi kasus tersebut didatangi untuk dimintai klarifikasi, salah satunya yakni SMP Negeri 2 Balung. Sebab, di SMP Negeri 2 Balung ada PTT atas nama Rahayu Mayasari yang lulus tes ASN P3K.

Menurut dia, hal itu berpotensi melanggar Permenpan No 28 Pasal 4 dan 29 Tahun 2021. Pasalnya, lanjut Ilham, tindakan itu melanggar hukum dan merebut ruang bagi guru yang sudah mengabdi puluhan tahun dan bermimpi ingin menjadi PNS.

"Padahal di situ sudah jelas, yang boleh mengikuti hanya guru yang masuk dapodik dan aktif secara terus menerus," ujarnya, Rabu (24/11).

Dari sejumlah kasus yang terjadi seperti di SMPN 2 Balung, Ilham mengungkapkan tidak ada keterlibatan dari pihak sekolah untuk mendaftarkan guru PTT atas nama Rahayu Mayasari.

“Berdasarkan pengakuan dari wakil kepala sekolahnya dan dikroscek di bagian operator sekolah, pembagian jam mengajarnya dan dapodiknya juga dilihat atas nama ibu Rahayu Mayasari bukan Guru Tetap di SMP 2 Balung,” tuturnya.

“Yang bersangkutan sebenarnya tidak diberi SK mengajar mas, tapi menggantikan beberapa guru, ada tiga orang di sini otomatis ada kelas kosong, nah yang bersangkutan disuruh mengajar dulu. Ini jelas bahwa kesalahan bukan dari pihak sekolah SMPN 2 Balung,” paparnya menambahkan.

Simak berita selengkapnya ...