Sidang Lanjutan Praperadilan Tersangka Notaris di Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian Materi

Sidang Lanjutan Praperadilan Tersangka Notaris di Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian Materi Gatot Suherman, pembeli tapi tak menguasai tanah.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sidang lanjutan praperadilan dengan termohon Polres Pasuruan dan pemohon Notaris atas nama Wahayu Krisma Suyanto yang diwakili penasihat hukumnya, Hilmi F. Ali, di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pasuruan memasuki agenda pembuktian materi pemohon dan termohon, Rabu (5/1/2022).

Hakim tunggal, Majelis Hakim Arizal Anwar, membuka sidang tepat pukul 10.00 WIB. Rangkaian pertama, termohon (Polres Pasuruan) menunjukkan bukti material hal Wahayu KS ditetapkan jadi tersangka.

Di sisi lain, pihak pemohon praperadilan mendatangkan dua saksi, yakni Gatot Surahman sebagai pembeli tanah, dan Anna Budiani, Kepala BRI Unit Bangil.

Dalam sidang itu, Gatot menegaskan pihaknya telah melakukan pembayaran lunas kepada pihak penjual, yakni Suciati selaku ibu dari Harsono Prayitno. Namun, kuitansi kuning yang diterima sebagai bukti bayar yang dikeluarkan oleh Notaris Wahayu Krisma Suyanto terpaksa diserahkan ke Harsono. Pasalnya, Gatot di bawah ancaman Harsono tidak akan melakukan tanda tangan.

Selain itu, lanjut Gatot, bukti kuitansi pembayaran juga diserahkan k e Harsono dengan alasan akan melakukan pengukuran ulang tanah. "Dengan alasan itu, saya memberikan bukti kwitansi pembayaran kepada Harsono, dan saya tidak memegang bukti pembelian," ujar Gatot dalam sidang.

Karena itu, Gatot mengaku tidak bisa menguasai sebidang tanah tersebut. "Saya sudah membelinya dan melakukan pembayaran dengan lunas kepada Suciati, ibu Harsono, tetapi saya belum mendapatkan hak untuk mengusai sebidang tanah tersebut," ujar Gatot.

Simak berita selengkapnya ...