Cargill - USAID Indonesia Bantu Warga Miskin Gresik Dapatkan Akses Air Minum Layak dan Sanitasi Aman

Cargill - USAID Indonesia Bantu Warga Miskin Gresik Dapatkan Akses Air Minum Layak dan Sanitasi Aman Wabup Aminatun Habibah menyaksikan penandatanganan nota serah terima program sambungan air minum dan sanitasi aman dari Cargill dan USAID Indonesia. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

"Setelah promosi yang terus menerus dilakukan, masyarakat akhirnya memahami bahwa selama ini membuang kotoran langsung ke sungai itu tidak baik. Sekarang banyak warga yang bersedia membangun jamban yang sehat dan aman tidak mencemari sungai di Kabupaten Gresik," ungkap Sarifudin Lathif, Ketua Cempaka Foundation.

Jeff Cohen, Direktur Indonesia mengapresiasi beberapa pihak dalam kemitraan ini. Kemitraan ini menunjukkan ada komitmen yang kuat dari berbagai pihak, termasuk pihak swasta dalam mencapai target RPJMN 2020-2024 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) pada tahun 2030 mendatang.

"Komitmen para pihak untuk memperluas akses air minum dan meningkatkan kondisi sanitasi yang lebih baik bagi banyak keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah, akan memastikan bahwa anak-anak dan generasi mendatang akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gresik berterima kasih atas dukungan dari kemitraan ini. Hasil dari kemitraan ini telah membantu meningkatkan cakupan akses masyarakat untuk sektor air minum dan sanitasi.

Saat ini cakupan akses air minum di Kabupaten Gresik sebesar 66.27% dan akses sanitasi layak sudah 94.44%. Namun perlu dipastikan bahwa cakupan ini benar-benar aman dan tidak mencemari lingkungan.

Wabup menyatakan, komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk sektor ini telah ditunjukkan dengan beroperasinya layanan lumpur tinja terjadwal yang telah melayani penyedotan tangki septik masyarakat yang sudah penuh dan diolah dengan cara yang aman.

"Selain itu, dengan beroperasinya Bendung Gerak Sembayat (BGS), PDAM Kabupaten Gresik dapat memperluas layanannya," pungkas wabup. 

Sekadar informasi, air minum dan sanitasi merupakan aspek dalam kehidupan yang penting untuk dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, belum semua masyarakat memiliki akses pada air minum dan sanitasi yang aman, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Merujuk kepada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2015-2020, akses air minum masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekitar 85% masih berada di bawah rata-rata nasional 90%. Sementara untuk capaian sanitasi MBR sekitar 70% juga di bawah rata-rata nasional 80%. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO