SUMENEP (BANGSAONLINE.com) - Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setkab Sumenep Moh. Ramli mengatakan bahwa untuk tahun 2015 ini pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran sedikitpun untuk perbaikan sejumlah kantor balai desa.
”Pastinya untuk anggaran khusus perbaikan balai desa tidak ada. Karena tidak dianggarakan untuk tahun ini,” katanya.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Menurut Ramli, meskipun tidak dianggarkan secara khusus, perbaikan kantor balai desa itu bisa diambilkan dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) yang akan diterima oleh masing-masing desa.
Sebagaimana biasanya, penggunaan ADD sebanyak 70 persen digunakan untuk sarana pemberdayaan masyarakat, sementara 30 persen diperuntukkan pembiyaan yang lain, seperti honorarium aparatur desa.
”Kalau memang disepakati dana ADD akan dialokasikan untuk perbaikan balai desa, itu tidak masalah. Ya kalau masih dilihat lebih penting dibangun sarana lainnya, ya tidak masalah juga. Itu semua tergantung pelaksanaan dibawah,” ungkap mantan Camat Batang-Batang itu.
Pada tahun 2015 ini pemerintah daerah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 115 miliar yang diambilkan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) setempat. Selain itu, Kabupaten Sumenep juga mendapatkan anggaran DD (Dana Desa) sebesar Rp 94,8 miliar yang bersumberkan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2015 ini.
Ramli memastikan jika dana ratusan miliar itu sudah bisa dicairkan mulai bulan ini. ”Perbub (Peraturan Bupati)nya sudah selesai, dan mulai minggu depan kami akan melakukan sosialisasi terhadap semua Bendahara Desa dan Sekretaris Desa,” ungkapnya.
Sementara jumlah desa di Kabupaten Sumenep sebanyak 330 desa yang menyebar di 18 Kecamatan daratan dan 18 kecamatan wilayah kepulauan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






