Seorang petugas di pos jaga pintu masuk kawasan Wisata Sumberpodang di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri siap dengan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining bagi pengunjung yang hendak masuk. foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan relaksasi sektor pariwisata setelah sempat hampir tiga pekan melakukan penutupan sementara, sebagai imbas lonjakan kasus aktif Covid-19.
"Wisata di Kabupaten Kediri kita buka kembali, tapi tetap patuhi protokol kesehatan," kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini, Minggu (27/2/2022).
BACA JUGA:
- Munas-Konbes NU 2026 Dibuka Malam ini di Kediri, Gus Ipul: Insyallah Presiden Hadir di Penutupan
- Sidak Timpora di Ponpes Wali Barokah Kediri, Seluruh Dokumen Santri Asing Dinyatakan Lengkap
- Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Kediri Dijaga 400 Personel Banom
- Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Pembukaan tempat wisata itu diberlakukan dengan kapasitas maksimum 50 persen. Selain itu, seluruh tempat wisata diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining.
Dibukanya kembali wisata di Kabupaten Kediri itu diharapkan dapat membangkitkan ekonomi terutama pelaku wisata yang selama ini terdampak akibat pandemi. Lebih luas lagi, dengan dibukanya tempat wisata itu, diharapkan berimbas positif pada pelaku UMKM bahkan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo menambahkan, tempat wisata yang dibuka baik yang dikelola Pemda Kediri, swasta maupun desa. Adapun tempat wisata yang dikelola pemda yakni Gunung Kelud, Besuki, Sumberpodang, dan Simpang Lima Gumul (SLG).
"Seperti Wisata Gunung Kelud dengan dibuka kembali berimbas pada hasil pertanian nanas, karena banyak wisatawan yang membeli buah nanas untuk oleh-oleh," ungkapnya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, lanjut Adi, terus melakukan monitoring ke tempat objek wisata terkait protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Monitoring itu dilakukan supaya pelaku wisata tetap menjalankan aturan yang diberlakukan.
"Kita juga cek pedagang di objek wisata, mereka juga harus menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, "tutup Adi. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




