Ketua PGRI Jember, Supriyono.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, Supriyono, menilai bahwa Bupati Hendy masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan, salah satunya mengenai tenaga pendidik yang ada di wilayahnya.
Hingga kini, ada 4.600 Guru Tidak Tetap (GTT) di Jember yang sudah menerima Surat Keputusan (SK) dari Bupati Jember, Hendy Siswanto. Kendati demikian, Supriyono menganggap bupati masih memiliki pekerjaan yang perlu untuk segera digarap.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Kami sebelumnya memberikan apresiasi dan bersyukur karena janji politik Bupati Jember terhadap GTT dengan memberikan SK tersebut," ujarnya, Senin (25/4/2022).
Menurut dia, beberapa hal yang perlu dipikirkan yakni mengenai peningkatan mutu dan kualitas, serta sistem yang baik.
"Persoalan peningkatan kompetensi guru, profesionalisme guru, hingga penataan rekrutmen," tuturnya.
Apabila PR tersebut tidak segera dikerjakan, lanjut Supriyono, persoalan seputar GTT/PTT akan terus berlanjut.
"Jadi harus ada standar khusus yang diberikan oleh pemerintah daerah dalam penataan, sehingga sekolah yang akan merekrut GTT bisa menyesuaikan dengan landasan yang diberikan," tuturnya
Pihaknya berharap, peningkatan mutu tenaga pendidikan mendapat perhatian dan segera dikerjakan.
"Ini sudah bagus, dengan kebijakan yang sudah mengajar selama 1 tahun (GTT) diberikan SK. Maka tinggal menata kompetensinya agar sekolah tidak serta merta melakukan perekrutan," pungkasnya. (yud/bil/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




