Komisi B DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Selesaikan Pembangunan Rusun

Komisi B DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Selesaikan Pembangunan Rusun

"Apa yang dihasilakan karya dari pemkot, yang bisa dilihat adalah cuma pembangunan jalur sepeda. Kalau pembangunan rusun aja lambat apalagi di ketentuan wajib. Seperti di bappeko (badan pembangunan dan perencanaan kota) dan di kesehatan itu saja berada di nomer sembilan. Artinya kesiapan SDM untuk mengahdapi MEA secara otomatis menurun," katanya.

Sebelumnya, pada awal tahun 2015, Pemkot menyatakan akan membangun rumah susun di enam wilayah di Kota Surabaya pada tahun 2015. Pembangunan rusun tersebut bertujuan mengurangi jumlah warga yang tinggal di tempat kumuh dan juga melanggar aturan. Enam rusun tersebut berada di Tambaksari, Dukuh Menanggal, Keputih, Siwalankerto, Penjaringan Sari dan Jambangan.

Rusun-rusun tersebut bakal dibangun dengan model tower dengan jumlah tower bervariasi. Untuk rusun di Tambaksari, jumlah tower yang akan dibangun sebanyak tiga blok. Untuk satu blok berisi sebanyak 48 unit kamar. Mengenai anggaran pembangunan, Pemkot menyatakan pembangunan rusun merupakan proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

Sementara saat ini, daftar tunggu untuk menjadi penghuni rusun per akhir Desember 2014 sudah tercatat sebanyak 2.026 kepala keluarga (KK).

Ia menandaskan tingginya minat warga Surabaya untuk tinggal di rusun dikarenakan biaya sewanya yang sangat murah. Tiap bulan, tarif sewa yang dibebankan pada penghuni rusun rata-rata tidak lebih dari Rp100 ribu, contohnya di Rusun Siwalankerto.

Tarif sewa untuk lantai satu sebesar Rp91 ribu per bulan, lantai dua Rp81 ribu per bulan, lantai tiga Rp71 ribu per bulan dan lantai empat sebesar Rp61 ribu per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO