Ratusan mahasiswa di Pamekasan saat menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD setempat.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Pamekasan menggelar aksi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Senin (5/9/22).
"Kami menolak dengan tegas kenaikan BBM. Bahkan jika tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan pemblokiran pada pom bensin di Pamekasan," tegas Koordinator Aksi, Syaiful Bahri, saat berorasi.
BACA JUGA:
- Heboh Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April, Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi
- Puluhan Massa Geruduk Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan, Desak Tindak Tegas Rokok Ilegal
- Ribuan Petani dan Buruh Tembakau di Pamekasan Gelar Aksi Damai
- Aktivis di Pamekasan Jadi Korban Salah Sasaran Aksi Penyerangan saat Demo Buruh Rokok
Menurutnya, kenaikan harga BBM sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Sebab, Indonesia baru saja pulih dari pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat banyak kehilangan pekerjaan.

"Banyak keluhan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya komunitas ojol dan sopir angkot yang pendapatannya tidak seberapa. Dengan (harga BBM) dinaikkan ini, apakah tidak kasian," cetusnya.
Dalam tuntutannya, para mahasiswa meminta agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Pantauan wartawan, aksi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian tersebut diwarnai pembakaran ban bekas oleh para pendemo sebagai simbol penolakan kenaikan harga BBM. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




