Suasana kerusuhan antarsuporter dengan petugas di Stadion Kanjuruhan Malang. Foto: tangkapan layar
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Salah satu warga Pamekasan ikut menjadi korban dalam tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga Arema vs Persebaya. Saat ini, ia tengah dirawat di IGD Malang, Minggu (2/10/2022).
Kordinator Tim Reaksi Cepat (KTRC) Pamekasan, Budi Cahyono, mengatakan bahwa warga yang menghubunginya ada satu orang. Namun, KTRC Pamekasan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait warga dari Bumi Gerbang Salam yang ada di Stadion Kanjuruhan Malang.
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
"Korban inisial (N) 23 tahun laki-laki, tersebut menghubungi saya langsung. Dan saya liat story-nya semalam memang berada di Stadion Kanjuruhan. Untuk sementara ini masih satu, karena masih proses pendataan dan belum terealisasi semua," ujarnya saat dikonfirmasi.
"Korban adalah seorang mahasiswa yang kuliah di Malang, dan kebetulan menonton pertandingan Arema melawan Persebaya. Kami menyiapkan armada untuk melakukan penjemputan korban. Alhamdulillah, korban baik-baik saja dan tidak mengalami cedera serius," paparnya menambahkan.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang disebutkan BPBD Jatim, ada 174 korban jiwa dalam insiden di Stadion Kanjuruhan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi menghentikan kompetisi liga 1 (satu) 2022-2023 sampai sepekan. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




