Lokakarya tentang harmonisasi umat beragama yang digelar di LEC Garum. Foto: tri susanto/BANGSAONLINE
Untuk itu, pemerintah sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa & Politik Kabupaten Blitar bersama FKUB ini. Diharapkan melalui acara ini, generasi muda dapat membangun masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir dan batin. Forum ini diharapkan menjadi wadah berkumpul forum kerukunan remaja lintas agama di Kabupaten Blitar yang melahirkan ide dan gagasan yang berorientasi pada peningkatan kerukunan umat beragama dan kemajuan bangsa.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar Drs Mujianto menjelaskan, potensi konflik antar umat memang selalu ada. Untuk itulah pemerintah daerah perlu untuk memberikan ruang bagi para pemuka agama untuk saling bertemu dan beinteraksi dalam upaya menjaga kerukunan antar umat. Sebab segala sesuatu yang terjadi di kalangan umat sangat tergantung dari para pemuka agama.
"Kami mengajak kepada semua umat beragama di Kabupaten Blitar untuk senantiasa mewujudkan kerukunan dan kedamaian di wilayah ini. Supaya masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadahnya," terang Mujianto.
Kerukunan beragama di tengah keanekaragaman budaya adalah aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, berbagai kendala dalam mensukseskan kerukunan antar umat beragama selalu ada. Namun kendala tersebut harus bisa diatasi bersama sama.
Keharmonisan dalam komunikasi antar sesama penganut agama adalah tujuan dari kerukunan beragama. Agar tercipta masyarakat yang bebas dari konflik agama.
Sementara dalam kegiatan yang mengambil tema, “Kita Ciptakan Toleransi Kerukunan Umat Beragama di Kalangan Generasi Muda Secara Berkesinambungan Guna Mewujudkan Kabupaten Blitar Yang Kondusif “ tersebut, menghadirkan pembicara DR Sholeh Muadi, Dosen Fisip Unibraw, serta unsur pengurus FKUB Kabupaten Blitar sebagai narasumber. (tri/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




