Sejumlah anggota dewan saat berada di RSUD Sampang untuk menanyakan hasil visum Mawar, korban pemerkosaan. Foto: Dok Komisi IV DPRD Sampang untuk BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Komisi IV DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD dr Muhammad Zyn, Senin (31/10/2022). Tindakan ini dilakukan karena perbedaan hasil visum terhadap Mawar (nama samanaran), gadis berusia 13 tahun yang menjadi korban pemerkosaan oleh 9 orang.
Direktur RSUD dr Muhammad Zyn, Agus Akhmadi, mengatakan bahwa perbedaan tersebut karena jam terbang dan kompetensi tenaga kesehatan yang menangani. Ia pun mengaku tidak tahu hasil visum sebelumnya.
BACA JUGA:
- Terduga Pelaku Belum Ditahan, Korban Dugaan Percobaan Pemerkosaan di Lamongan Minta Kepastian Hukum
- Musim Tanam Tembakau Tiba, Permintaan Air Tangki di Sampang Melonjak
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
"Perbedaan hasil visum itu karena jam terbang dan kemampuan tenaga kesehatan. Contohnya, dokter umum dan spesialis terkadang tidak bisa melakukan hal yang sama," ujarnya saat dikonfirmasi.
Terkait SOP tenaga kesehatan yang menangani visum Mawar, Agus menyebut tidak masalah asalkan tidak ada kendala, terkecuali ragu, maka harus mengonsultasikannya.
"SOP berbicara meski di hari libur tidak dilarang menangani visum, ya tadi asalkan tidak ada kendala," tuturnya.
Dalam kasus ini, ia menegaskan tidak ada pesanan dari pihak manapun. Walaupun hasilnya ada dua versi.
"Kami tegaskan tidak ada by order. Sebab, kami tidak kenal dari pihak korban," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




