Tiga Kali Dipenjara, Anwar Ibrahim Akhirnya Jadi PM Malaysia, Ini Kisah Dramatisnya

Tiga Kali Dipenjara, Anwar Ibrahim Akhirnya Jadi PM Malaysia, Ini Kisah Dramatisnya Anwar Ibrahim. Foto: Reuters/South China Morning Post

Dalam jangka waktu tersebut, Anwar merombak pemerintahan dan membongkar semua kebusukan UMNO yang dianggap mulai rapuh akibat sistem kroni, korupsi, dan nepotisme di tubuh partai.

Malaysia berubah drastis. Tapi Anwar justru dituntut atas dugaan korupsi dan pencobaan penghalangan pemeriksaan kasus sodomi yang dituduhkan atas dirinya.

Anwat dipecat dari posisi wakil perdana menteri. Tapi ia tak gentar. Ia memulai gerakan reformasi, membakar semangat pendukungnya untuk turun ke jalan melawan koalisi penguasa, Barisan Nasional.

Pada 20 September 1998, Anwar ditahan. Berbagai lembaga internasional menganggap tuntutan ini bermotif politik.

Namun, ia dapat membakar semangat PKR untuk ikut serta dalam pemilu 2008. PKR berhasil memenangkan 31 kursi parlemen, menjadikan mereka partai oposisi terkuat di Malaysia.

Pada pemilu 2013, mereka berhasil meraih suara lebih banyak dari koalisi Barisan Nasional. Namun, mereka tak berhasil menggulingkan koalisi penguasa karena tak mendapatkan cukup kursi parlemen.

Baru saja menghimpun kekuatan, Anwar kembali dijerat kasus sodomi oleh rezim Perdana Menteri Najib Razak hingga harus dijebloskan pada 2015.

Namun lagi-lagi Anwat tak gentar. Dari balik jeruji besi, Anwar tetap memimpin langkah Pakatan Harapan. Dengan kemurahan hati, ia pun memaafkan Mahathir Mohamad yang ingin menyatukan kekuatan dengan Pakatan harapan demi melawan rezim korup Najib.

Anwa sepakat menunjuk Mahathir menjadi calon perdana menteri interim yang akan menyerahkan takhta kepadanya setelah ia bebas dari bui kelak.

Setelah terpilih sebagai perdana menteri pada pemilu bersejarah pada 2018, Mahathir mengupayakan pengampunan penuh dari raja.

Berhasil. Anwar tidak hanya dibebaskan, tapi juga langsung dapat berpartisipasi dalam politik, melengangkan jalannya menuju kursi perdana menteri.

Tapi gonjang-ganjing politik membuat Mahathir harus melepaskan jabatannya pada 2020, membuat harapan Anwar menjadi PM kembali pupus.

Tapi semangat Anwar tetap membaja. Anwar kembali bertarung pada pemilu akhir pekan lalu. Maka tokoh oposisi pun sukses mewujudkan cita-cita besarnya untuk memimpin Malaysia. (tim)

.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News