SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menggelar beberapa program saat melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Keper Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Salah satu programnya, terkait bidang kesehatan.
Program bidang kesehatan ini yakni menggelar seminar bertajuk "Memberdayakan Hidup Bersih dan Bebas dari Jentik-Jentik Nyamuk Guna Terciptanya Kedamaian", Kamis (29/12/2022) lalu.
Baca Juga: PSI Sidoarjo Dampingi Mas Iin Gelar Fogging di Pondok Tjandra
Seminar bertempat di kantor desa setempat itu diikuti puluhan warga dengan menghadirkan salah satu pegawai Puskesmas Kedungsolo Porong, Sulis Triyono. Tujuan seminar ini, mengajak warga Desa Keper agar menjalani hidup sehat dan berperilaku hidup bersih di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan harapan terhindar dari penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk.
Dalam seminar ini, Sulis Triyono menyatakan Desa Keper pernah menjadi desa endemis pada enam tahun lalu. Hal itu disebabkan saat adanya warga yang tertular DBD.
Dalam paparannya, Sulis menjelaskan empat cara mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti. Yakni pertama melakukan penghijauan di sekitar wilayah desa, bisa dengan menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk, misalnya lavender.
Baca Juga: Bantu Desa Rawan Bencana, Unipa Ciptakan Alat Sistem Peringatan Dini Longsor
Cara kedua dengan melakukan gerakan 3M plus, yakni menutup; menguras; dan mengubur. Cara yang ketiga, mendaur ulang sampah dengan 3R (reduce, reuse, recycle). "Dan yang keempat melakukan pemantauan jentik nyamuk setiap bulan," beber Sulis.
Sulis menambahkan, warga Desa Keper sudah rutin melakukan pemantauan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti, yakni sebulan sekali.
Di kesempatan ini, Petugas Puskesmas Kedunglo ini juga membagikan obat abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Cara menggunakan obat ini cukup mudah, yakni dengan menaburkan 10 gram abate ke air sebanyak 100 liter.
Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Melonjak, Dinkes Imbau Masyarakat Terapkan 3M+
Ketua Program Kesehatan Tim KKN Mahasiswa Unipa Surabaya, Lisa Dahyanti, menjelaskan pihaknya sengaja menggelar seminar pencegahan DBD karena tempat tinggal sementara yang dihuni anggota tim KKN putri masih terdapat banyak nyamuk.
Hal inilah yang menjadi inspirasi digelarnya penyuluhan seminar kesehatan lingkungan tentang cara pembasmian nyamuk sampai ke jentik-jentiknya. Melalui seminar ini, harapannya warga Desa Keper bisa terhindar dari terjangkit DBD.
"Kami mengajak warga untuk berperilaku bersih di lingkungannya masing-masing agar tidak ada nyamuk," tandas Lisa melalui keterangan tertulis kepada BANGSAONLINE.com. (sta/rev)
Baca Juga: Mahasiswa KKN Unipa Surabaya Dampingi Desa Prambon Menuju Desa Ramah Anak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News