Peserta aksi dari Aliansi Masyarakat Sampang Bersatu saat demo di depan pintu Kejari Sampang. Foto: MUTAMMIM/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri Sampang didemo oleh Aliansi Masyarakat Sampang Bersatu (AMSB), Kamis (5/1/2023). Dalam demo itu, mereka mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) di Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal dan Desa Beruh Kecamatan Sampang yang berjalan di tempat.
Korlap Aksi Hanafi mengatakan, kasus penyelewengan dana bansos yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sampang di tahun 2021 itu sampai detik ini belum ada kejelasan.
BACA JUGA:
- Kejari Sampang Musnahkan BB Inkracht 1 Juta Batang Rokok Ilegal dan Ratusan Gram Sabu
- Kejari Sampang Selidiki Temuan Dugaan Proyek Gagal Konstruksi di 4 Titik Gedung Sekolah
- Kejari Sampang Geledah Rumah Eks Wabup dan 3 Lokasi Lain Terkait Dugaan Korupsi Dispendik
- Dugaan Korupsi Dana BLUD RSUD Moh Zyn, Kejari Sampang Ungkap Peluang Lebih dari 1 Tersangka
"Beberapa bulan lalu Kejari Sampang melalui kasi intel di berita online sudah mengetahui kerugian negara yang dilakukan oleh oknum kepala desa. Namun, upaya kelanjutan proses penanganan kasus bansos di Desa Gunung Rancak mandek. Makanya, kami mempertanyakannya," ucapnya saat berorasi.
Bahkan, Hanafi mencurigai Kejari Sampang yang sudah melakukan pemanggilan ratusan penerima bansos pada bulan lalu. Namun, sampai hari ini pun korps adhyaksa belum juga menetapkan tersangka.
"Jangan-jangan Kejari Sampang sudah ada yang mencegah untuk memberantas para mafia bansos," ungkapnya.
Hanafi menantang Kejari Sampang buka-bukaan soal penanganan kasus bansos di dua desa tersebut di hadapan puluhan para peserta aksi.
Klik Berita Selanjutnya






