KH Said Aqil Siradj Dua Hari di Kediri, KH Hasyim Muzadi: Saya Tak Tega NU Rusak

KH Said Aqil Siradj Dua Hari di Kediri, KH Hasyim Muzadi: Saya Tak Tega NU Rusak KH. Hasyim Muzadi

Selain itu, posisi mustasyar (penasehat) dan a'wan (dewan pakar) juga akan dihilangkan. "Kalau mustasyar dibuang, maka hubungan historis pengurus NU dengan leluhur NU akan hilang, lalu a'wan yang hilang akan menyulitkan para ulama memahami zaman," katanya. Sebab a’wan itu adalah tempat para pakar dari berbagai bidang yang bisa memberi informasi keilmuan yang lagi berkembang.

Oleh karena itu, pelemahan NU dari dalam dan luar itu harus dicegah. "Tidak penting siapa yang memimpin NU, tapi kita harus mencari siapa yang bisa menyelamatkan NU secara akidah, syariah, manhaj, moralitas, dan trust (kepercayaan)," katanya.

Kiai Hasyim Muzadi menyatakan kriteria ideal kepemimpinan NU ke depan adalah Rais Aam dari kalangan yang mampu memperkokoh keagamaan, keumatan, dan kebangsaan.

"Untuk Ketua Umum PBNU itu sebaiknya dari kalangan manajer yang mampu menata organisasi, sehingga posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU akan saling melengkapi sesuai kompetensi masing-masing," katanya.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj menyatakan akan kembali maju dalam Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang.

Said Aqil bahkan dua hari ini bergerilya di daerah Kediri Jawa Timur. Ia menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo. Dia juga berkunjung ke kediaman tokoh politik Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang kini pindah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Anwar Iskandar di Pondok Pesantren Al-Amin, Kecamatan Ngasinan, Kediri. “Jika masih dipercaya, saya siap memimpin kembali NU,” kata Said Aqil.

Dalam catatan BANGSAONLINE.com ada empat kandidat ketua umum PBNU yang muncul. Yaitu KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah), KH Said Aqil Siradj, Muhammad Adnan (mantan ketua PWNU Jateng) dan Masyhuri Malik (ketua Laziznu).

Sedang untuk Rais Am muncul dua nama yaitu KHA Hasyim Muzadi dan KHA Mustofa Bisri (Gus Mus). Namun hingga kini yang mendapat dukungan luas dari PWNU dan PCNU, baik di Jawa maupun luar Jawa, tampaknya KHA Hasyim Muzadi dan Gus Solah. (tim) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO