Warga kepulauan yang terdampar di pelabuhan Kalianget akibat cuaca buruk. (foto: faisal/BANGSAONLINE)
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kepulauan Kangean (AMKK), mendatangai kantor Bupati, Sumenep, Senin (13/07). Kedatangan mereka untuk protes terkait tidak diberangkatkannya kapal motor yang seharusnya berangkat hari ini, (13/07). Pemberangkatan kapal diketahui ditunda karena cuaca buruk. Hal ini menyebabkan warga kepulauan Kangean, Sapeken, Masalembu gagal pulang ke kampung halamannya.
Ilyasi Hasan, Warga Asal Pagerungan Masalembu, mengatakan, dia sudah sudah lama terdampar di pelabuhan Kalianget akibat cuaca buruk. Di pelabuhan, dia hanya bisa menunggu pemberangkatan sampai cuaca benar-benar kondusif untuk pelayaran. Ia mengatakan jika kejadian cuaca buruk seperti ini bukan yang kali pertama. Dia berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi dengan memberikan fasilitas kapal yang bisa menahan ombak.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
“Kami akan tetap satu barisan untuk terus menunggu Bupati Sumenep demi saudara kita yang terdampar di pelabuhan Kalianget,” ancam dia.
Sekretaris Daerah, Hadi Soetarto yang menemui para mahasiswa menjelaskan, dirinya tidak bisa memprediksi sampai kapan cuaca buruk terjadi. “Apakah boleh berangkat atau tidak Syahbandar yang menentukan. Kalau terkait kondisi cuaca tidak bisa dipaksakan karena harus mengedepankan keselamatan penumpang,” tutur Sekda.
Sekedar diketahui, syahbandar Kalianget sudah menunda keberangkatan kapal yang seharusnya berangkat hari ini (13/7) hingga Rabu (15/7). Ketinggian ombak diketahui mencapai 4 - 5 meter sehingga sangat bahaya untuk pelayaran. Administrator Pelabuhan (Adpel) setempat juga menunda surat persetujuan berlayar (SPB).
“Untuk sementara, pelayaran di semua jalur di perairan Sumenep ditangguhkan mengingat ketinggian ombak mencapai 2 sampai 5 meter,” kata Fajar Sidik, Petugas Adpel Kalianget, Senin (13/7/2015).
Sidik menambahkan, kecepatan angin di semua jalur perairan Sumenep saat ini mencapai 30-34 knot per jam, sehingga menurutnya kondisi tersebut bisa membahayakan kepada penumpang jika dipaksakan. (fay/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




