Pemberitahuan iuran kegiatan bazar kepada lembaga sekolah dan list pembayaran dari lembaga sekolah di kegiatan perkemahan. Dok: BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kegiatan Eksplorasi Investasi Pendidikan dan Jambore Cabang III Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka, mulai terendus.
Dari informasi yang dihimpun BANGSAONLINE.com, hasil pungutan dari lembaga sekolah negeri dan swasta (SDN-SDS) disetorkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Plt Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan (Korbiddikcam) Kedungdung, Muhammad Hariyanto, tak menampik adanya penarikan uang kepada lembaga sekolah. Namun, ia menyebut tarikan uang tersebut sebagai bentuk partisipasi.
"Itu bukan pungli, tapi partisipasi dari lembaga sekolah," katanya, Kamis (4/1/2024).
Hariyanto menjelaskan, partisipasi dari lembaga sekolah untuk mendukung program dinas pendidikan (disdik). Sebab, ada hal-hal yang harus ditanggungkan kepada lembaga.
"Istilahnya itu, ada hal-hal yang harus kami tanggung, makanya digotong-royong dari lembaga sekolah," ujarnya.






