Acara yang digelar Relawan Jatim Beragam cabang Malang Raya.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Relawan Jawa Timur Bersama Ganjar-Mahfud atau Jatim Beragam cabang Malang Raya menggelar gebyar pasar murah dan pertunjukan kesenian Bantengan di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jumat (9/2/2024).
Koordinator Relawan Jatim Beragam Cabang Malang Raya, Nur Ahmad Qoyyumudin atau yang akrab disapa Qoyum, menyebut kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengapresiasi kesenian di Malang.
BACA JUGA:
- DPRD Kabupaten Malang Dorong Islah Polemik Akses Bendungan Karangkates
- Proyek Jalan Kembar Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Targetkan Rampung Akhir November
- Metropoint Malang Akui PBG Masih Berproses, Target Rampung dalam Dua Bulan
- Anggaran Infrastruktur Disunat Rp60 Miliar, DPUBM Kabupaten Malang Prioritaskan Jembatan dan Jalan
“Kami adakan Pesta Rakyat dengan menampilkan pertunjukan kesenian Bantengan. Hal itu sebagai apresiasi terhadap budaya lokal dan bentuk dukungan pada pelaku seni,” ujarnya.
Pertunjukan Bantengan dihadiri ribuan masyarakat yang juga sekaligus pendukung Ganjar-Mahfud di Kabupaten Malang. Selain pertunjukan itu, Relawan Jatim Beragam cabang Malang Raya juga menyediakan stan bazar murah, yang mana masyarakat bisa membeli berbagai macam sembako di sana.
"Pada stan bazar murah, masyarakat bisa membeli sembako serba murah, antara lain beras murah, minyak goreng murah, dan mie murah,” kata Qoyum.
Di sela-sela pertunjukan, ia mengatakan bahwa Relawan Jatim Beragam juga menyapa masyarakat dengan memaparkan visi-misi Ganjar-Mahfud, terutama mengenai program untuk masyarakat desa dan tidak mampu.
Dijelaskan pula, Ganjar-Mahfud punya komitmen untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air, mulai dari meningkatkan kemampuan SDM para pemuda, membantu para petani, hingga meningkatkan keterlibatan perempuan atau ibu-ibu dalam dunia usaha.
“Ganjar-Mahfud punya Program Pendidikan Berkualitas dan Merata Wajib Belajar 12 Tahun Gratis: Pintar Tanpa Biaya,” ujarnya.
Ia menyebut, transformasi pendidikan termasuk penggunaan tele-education bagi anak Indonesia secara merata, berkualitas, dan produktif, di sekolah negeri dan swasta, termasuk bagi santri dan pesantren.
Kemudian, lanjut Qoyum, ada pula ‘1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana’. Memastikan setiap keluarga miskin menyekolahkan minimal 1 orang anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan.
“Lalu menurunkan Tingkat Kemiskinan 2,5 persen dan Kemiskinan Ekstrem 0 persen,” tuturnya.
Ia menegaskan, fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara adalah amanat konstitusi. Sehingga, Ganjar-Mahfud bertekad menjalankan amanat tersebut dengan target pengurangan kemiskinan yang jelas dan progresif.
Menurut dia, percepatan penghapusan kemiskinan dilakukan dengan konvergensi program pusat dan daerah, serta optimalisasi dana non-APBN.
“Program Keluarga Harapan (PKH) juga akan ditingkatkan dari 10 juta penerima menjadi 15 juta penerima, sebagai komitmen Ganjar-Mahfud untuk terus membantu rakyat,” paparnya.
Ia juga menjelaskan, cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal bisa digunakan untuk seluruh pemberian jaminan sosial, bantuan, dan layanan dari pemerintah.
Terakhir, Qoyum mengajak seluruh masyarakat agar pada tanggal 14 Februari mendatang tidak lupa datang ke TPS dan memilih Ganjar-Mahfud.
“Jangan lupa, tanggal 14 Februari kita datang ke TPS dan pilih Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud,” pungkasnya sembari melakukan simulasi pencoblosan. (mar/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




