Warga Bawean Desak Bupati Gresik Larang Adu Sapi-Thok-Thok, ini Pernyataan Sikap Mereka

Warga Bawean Desak Bupati Gresik Larang Adu Sapi-Thok-Thok, ini Pernyataan Sikap Mereka Inilah spanduk yang dipasang warga Bawean di Gresik. Spanduk ini bertebaran, di antaranya dekat kantor Pemkab Gresik, kantor DPRD Gresik, dan kantor Bank BNI Gresik, Kamis (16/5/2024). Foto: BANGSAONLINE

Menyikapi hal tersebut Masyarakat Adat Bawean menyatakan:

1. Tok tok sapi bukan tradisi budaya Bawean. Aduan sapi ini baru masuk ke Bawean pada tahun 1990-an dibawa pendatang dari tapal kuda yg menjadi pekerja di Bawean.

2. Meminta dinas pemangku kebudayaan pariwisata untuk tidak memasukkan tok tok sapi sebagai obyek pemajuan kebudayaan asal Bawean sebagaimana keberatan kami yang telah menjadi kesepakatan dalam FGD pembahasan usulan review Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah di kantor kecamatan Sangkapura tahun 2022.

3. Meminta Pemkab melalui Bupati dan DPRD untuk membuat Perda larangan tok tok sapi.

4. Meminta pihak dewan kebudayaan gresik utk melakukan dialog dengan elemen masyarakat adat Bawean di Bawean terkait unggahan di sosial media tentang tok tok sapi.

Demikian surat pernyataan kami susun berdasar kesadaran budaya Bawean.

TTD

Masyarakat Adat Bawean

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO