5 Penyakit yang Tidak Boleh Konsumsi Jahe. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jahe sering dijadikan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, terdapat beberapa jenis penyakit yang perlu membatasi atau menghentikan konsumsi jahe karena bisa memberikan efek samping tertentu.
Dilansir dari WebMD, berikut jenis penyakit yang tidak boleh mengonsumsi jahe atau perlu membatasinya:
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
1. Penderita gangguan perdarahan karena jahe bisa meningkatkan risiko pendarahan.
2. Penderita diabetes karena mengonsumsi jahe bersamaan dengan obat diabetes dapat menurunkan gula darah atau hipoglikemia.
3. Penderita penyakit jantung karena bisa menimbulkan gejala yang lebih serius pada beberapa jenis penyakit jantung.
4. Orang yang akan atau setelah melakukan prosedur operasi karena jahe akan memperlambat proses pembekuan darah.
5. Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu, seperti obat untuk memperlambat pembekuan darah, karena jahe akan memberikan efek samping tertentu yang lebih serius.
Meskipun pada umumnya jahe aman dikonsumsi setiap hari, tetapi dapat memberikan efek tertentu seperti nyeri ulu hati atau heartburn, sendawa, diare, dan rasa tidak nyaman di perut.
Ibu hamil dan menyusui diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe karena bisa berdampak negatif untuk Kesehatan janin dan bayi.
Dilansir dari Healthline, takaran minum jahe setiap hari yang direkomendasikan ialah sebanyak 4 gram.
Mengonsumsi jahe juga perlu diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat agar manfaat yang didapat semakin besar.
(ans)






