Tol yang ambrol. (foto: soewandito/BANGSAONLINE)
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Akibat salah dalam memasang tiang penyangga cor dan juga triplek dasar cor, bangunan tol Soker (Solo-Kertosono) ambrol sepanjang lima meter, Selasa (1/9) kemarin.
Akibat ambrolnya tol tersebut, dua pekerja mengalami patah tulang dan di larikan ke RUSD Nganjuk. Dua pekerja yang menjadi korban di antaranya Muin (34) warga Gumul Kediri, dan Sholikin (37) warga Kendal Jateng.
BACA JUGA:
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
- Kejati Jatim Bekali Ribuan Santri Ponpes Al Ubaidah Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Beragama
Informasi yang berhasil dihimpun BANGSAONLINE.com di lapangan, ambrolnya tol tersebut disebabkan 5 triplek sebagai dasar pengecoran tidak kuat dan ambles ke bawah yang mengakibatkan semen cor jatuh ke bawah. Saat itu di atasnya terdapat dua pekerja yang saat itu bertugas memadatkan cor.
Akibat ambrolnya cor tersebut, perusahaaan diperkirakan mengalami kerugian hingga 100 juta rupiah.
Sementara Raharjo dari pihak pelaksana pembangunan tol trans jawa saat dikonfirmasi mengatakan jika robohnya bangunan tol disebabkan adanya pergeseran tanah. "Ini semata mata–mata hanya karena kontur tanah yang turun, secara kontruksi dan standarisasi pekerjaan telah kami lakukan," kilahnya.
Sementara Polsek Patianrowo yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang ada di lapangan. (dit/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




