Calon Gubernur Jawa Timur No Urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat menyapa pedagang dan masyarakat di Pasar Sayur Magetan.
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur No Urut 2, Khofifah Indar Parawansa, blusukan ke Pasar Sayur 1 Magetan, Minggu (6/10/2024). Bersama musisi jalanan, ia membawa suasana kampanye riang gembira sembari menyapa dan mendatangi stan-stan para pedagang sayur.
Tak tanggung-tanggung, Khofifah juga memborong sayuran segar beraneka macam yang dijual para pedagang. Sayuran di pasar ini memiliki keutamaan kualitasnya yang baik dan segar.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
“Jangan lupa tanggal 27 November 2024 datang ke TPS ya Bu. Saya dan Mas Emil dapat nomor 2,” tuturnya sambil belanja sambil menyosialisasikan gelaran Pilgub Jatim yang tinggal 51 hari lagi.
Menurut dia, sosialisasi ini penting sebagai upaya agar masyarakat semangat untuk datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya. Baik untuk pemilihan gubernur dan juga untuk pemilihan kepala daerah setingkat kabupaten/kota.

Usai berkeliling, Khofifah mengaku banyak menerima rekomendasi, dari pedagang maupun pembeli di Pasar Sayur 1 Magetan ini. Sekaligus sangat banyak yang mendo'akan kami agar memimpin Jawa Timur kembali.
“Banyak dari mereka yang menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur yang sudah waktunya direnovasi. Tapi ternyata setelah kami konfirmasi terkait kebutuhan anggarannya cukup besar lebih dari Rp100 miliar. Maka nanti kita akan ajukan ke pusat dan kita akan kawal supaya menjadi prioritas,” paparnya.
Tidak hanya itu, mantan Menteri Sosial itu juga melihat keunggulan dari pasar ini adalah komoditas sayurannya yang sangat segar dan berkualitas premium. Misalnya wortel, kentang dan juga sayuran yang lain.
Ia beranggapan, ada peluang untuk bisa memberikan nilai tambah pada petani maupun pedagang di Magetan, jika produk sayuran dari Magetan disalurkan ke pasar-pasar induk di Surabaya maupun Sidoarjo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




