Anggota Dewan ini Ungkap Sulitnya Urus Perizinan Usaha di Bangkalan

Anggota Dewan ini Ungkap Sulitnya Urus Perizinan Usaha di Bangkalan Ilustrasi. Foto: Ist

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Politikus PKS, dan anggota , Musawwir, mengaku dipersulit saat hendak mengurus izin untuk membuka usaha di bidang minyak goreng, baik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

"Mau ngurus izin usaha, mbulet di DLH, katanya akunnya tidak kebuka, dan disuruh ke perizinan, setelah dari DLH, disuruh ke perizinan, dan disuruh ke DLH lagi. Saya disuruh bolak-balik antara DLH-Perizinan. Bahkan di Disnaker diminta untuk membayar macam-macam," ungkapnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (14/10/2024).

Dengan pengalaman yang dialami, ia pun mempertanyakan nasib investor jika ingin berinvestasi di Kota Dzikir dan Sholawat. Sebagai pengusaha lokal, Musawwir merasa perlu untuk disiplin terkait perizinan, dan pemerintah daerah setempat harusnya memudahkan, bukan mempersulit.

"Bagaimana Bangkalan welcome terhadap investor besar? Investor kecil, orang Bangkalan sendiri, masih disuruh bolak-balik ke sana-ke mari, akibat akunnya tidak bisa dibuka," tuturnya jengkel

Menurut dia, kemudahan, kenyaman, dan keamanan berinvestasi tidak bisa ditunjukkan di Bangkalan. 

"Bangkalan itu butuh investor masuk sebanyak-banyaknya, agar investor masuk, pelayanan perlu memberikan yang terbaik. Mengurus usaha mbulet-nya luar biasa, padahal orang Bangkalan sendiri yang mau mengurus usaha, bagaimana orang lain?," keluhnya.

"Kalau sifat dan karakter dinas seperti ini, Bangkalan tidak akan pernah maju dan berkembang. Karena apa? Tidak ada penanam modal yang mau menginvestasikan usahanya di Bangkalan, yang ada para investor trauma jika mengurus izin di bawah berbelit-belit," imbuhnya.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO