Kiai Asep saat memberikan sambutan dalam kampanye Paslon Mubarok di Kecamatan Ngoro. Foto: ROCHMAT ARIS/ BANGSAONLINE
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto nomor urut 2, Mubarok (Gus Barra dan Mas Rizal), melanjutkan kampanye simpatik dengan menyapa masyarakat di sejumlah desa Kecamatan Ngoro, Selasa (15/10/2024).
Sejumlah desa yang dikunjungi Paslon Mubarok, antara lain Desa Wotanmas Jedong, Desa Lolawang, Desa Watesnegoro, Desa Kunjorowesi, dan Desa Manduro.
BACA JUGA:
- PWNU dan 23 PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Calon Rais 'Aam PBNU
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
Kedatangan dua figur itu selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Bahkan tanpa dikomando, warga menyerukan yel-yel "coblos nomer 2", "Gus Barra jujur rakyate makmur", "wis wayahe Gus Barra bupatine", dan yel-yel lainnya.
Selama kampanye di Ngoro, Gus Barra tak sendiri. Ia didampingi Mas Rizal dan KH Asep Saifuddin Chalim selaku ayahanda sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Dalam kesempatan itu, Kiai Asep mengajak warga Ngoro untuk memilih paslon Mubarok demi mewujudkan Mojokerto yang maju, adil, dan makmur.
Harapannya, Mojokerto bisa menjadi miniatur untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Kiai Asep meyakinkan warga bila Mubarok berhasil menjadikan Kabupaten Mojokerto maju, adil, dan makmur, maka akan menjadi kabupaten referensi untuk dapat ditiru bagi daerah-daerah lainnya.
Kiai yang dikenal miliarder tapi dermawan itu menyampaikan lima program Mubarok untuk memakmurkan rakyatnya.
Pertama, kesejahteraan pangan. Paslon Mubarok bertekad jangan sampai ada warga Kabupaten Mojokerto yang tidak bisa makan.
"Itu sudah menjadi tugas kepala desa maupun baret untuk memantau keadaan warganya. Supaya, masyarakat Kabupaten Mojokerto akan mendapatkan kesejahteraan pangan seadil-adilnya," katanya.
Kedua, tidak boleh ada orang sakit dibiarkan mengerang kesakitan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




