Khofifah-Emil saat syuting video klip bersama Dewa 19.

Di sisi lain, Khofifah menjelaskan bahwa ia memilih lagu ini karena syairnya memiliki makna yang dalam luar biasa. Khususnya untuk bagian reffrain. Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Usah kau menangisi hari kemarin.
“Syairnya luar biasa. Hidup adalah perjuangan. Tanpa henti-henti. Ini hampir sama dengan yang dipesankan Gus Dur. Hidup adalah perjuangan. Setiap perjuangan butuh pengorbanan. Setiap pengorbanan besar pahalanya,” ucapnya.
Menurut dia, hal ini menjadi sesuatu yang bisa dijadikan referensi bagi semua orang bahwa setiap dari kita harus berjuang. Formatnya bisa berbeda. Dan tidak baik bahwa seseorang menangisi hari kemarin. Sebaliknya dikatakan Khofifah setiap orang harus menatap masa depan dengan penuh optimisme.
“Ini menjadi semangat bagi kita semua. Terutama bagi kami, paslon yang sedang berikhtiar, Insya Allah semua berjalan baik, menang signifikan,” tuturnya.
Diyakini Khofifah video klip bersama Dewa 19 akan membawa resonansi untuk kemenangan Khofifah-Emil dari kalangan anak muda. Meski di video tersebut tidak ada ajakan kampanye, namun tetap ajak simbol-simbol seperti dua jari dan kemunculan dua sosok Khofifah-Emil.
Di sisi lain, Emil Dardak pun meminta optimisme bahwa video klip ini akan membawa nuansa positif, kreatif dan kaya akan semangat kemenangan.
“Ini kan Momen pilkada, mari kita jadikan ini ruang kampanye yang positif. Mari kita sampaikan hal-hal positif untuk menyemangati kita bersama khususnya anak muda Jawa Timur,” kata Emil. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




