Kisruh Pembagian Surat Undangan C-6 di Sampang Diduga Settingan

Kisruh Pembagian Surat Undangan C-6 di Sampang Diduga Settingan Tangkapan layar video yang menunjukkan masyarakat mendatangi balai desa, kantor PPS, hingga ribut di pinggir jalan.

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kisruh di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) mewarnai pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Sampang. Kekisruhan tersebut diduga karena formulir surat undangan model C-6 tidak disebar kepada pemilih.

Dari data yang diperoleh BANGSAONLINE.com, kekisruhan tersebut terjadi di Desa Robatal Kecamatan Robatal, Desa Kamondung Kecamatan Omben, Desa Blu'uran dan Tlambah Kecamatan Karang Penang.

Kemudian di Desa Banjar Talela Kecamatan Camplong, dan Desa Mandangin Kecamatan Sampang. Kekisruhan terjadi menjelang pelaksanaan pemungutan suara, Rabu (27/11/2024).

Kekisruhan itu terekam video, kemudian viral di berbagai media sosial. Masyarakat mendatangi sekaligus mengepung kantor balai desa. Dalam video yang tersebar, warga terlihat berdebat dan bersitegang dengan petugas penyelenggara.

Pihak kepolisian terlihat berusaha melerai dan menetralisir situasi di lokasi karena kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dicurigai berpihak ke salah satu paslon.

Menanggapi hal tersebut, tim pemenangan paslon nomor urut 01 KH Muhammad Bin Muafi Zaini - (Mandat), Wafi Anas, menyayangkan kekisruhan yang terjadi.

Ia menduga bahwa kekisruhan itu ada unsur kesengajaan dari pendukung paslon nomor urut 02 Jimad Sakteh untuk menghambat pelaksanaan pilkada di Sampang.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO