Pimpinan Pusat Muslimat NU saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, di Jakarta.
Dalam diskusi bersama Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana, Khofifah juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program MBG. Dia menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga pada kualitas, keberlanjutan, dan aksesibilitas.
Prof. Dadan menyatakan apresiasinya terhadap peran Muslimat NU yang dinilai mampu menjadi jembatan penting antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam memperluas jangkauan program MBG ke daerah-daerah terpencil.

Selain itu, Khofifah menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai penggerak utama dalam inisiatif ini.
"Melalui Dapur Sehat, Muslimat NU juga akan memberdayakan kader-kader perempuan di tingkat akar rumput untuk menjadi agen perubahan dalam mendorong pola hidup sehat dan pengelolaan pangan yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memastikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," tambah Khofifah.
Kongres XVIII Muslimat NU yang akan digelar pada Februari mendatang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
Dengan tema besar “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban,” kongres ini tidak hanya akan merumuskan agenda organisasi lima tahun ke depan. Tetapi, juga memperkokoh peran Muslimat NU sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
PP Muslimat NU berharap melalui program MBG yang didukung oleh inisiatif Dapur Sehat, masalah gizi buruk, stunting, dan kesehatan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan sehat dan berkualitas, dan setiap keluarga merasakan manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan," tutup Khofifah. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




