Kericuhan saat PAW atau pergantian antar-waktu Kepala Desa Galis, Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Proses PAW atau pergantian antar-waktu Kepala Desa Galis, berujung ricuh. Mereka yang terlibat ialah para pendukung calon.
Kericuhan diduga bermula usai 2 dari 5 calon PAW dieliminasi oleh panitia. Pendukung calon yang tidak terima kemudian melakukan protes, hingga terlibat baku hantam.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menyebut peristiwa ini dipicu saat pendukung salah satu calon tidak terima calonnya dieliminasi.
"Di Galis memang ada agenda penetapan bakal calon PAW Kades, ada 5 kandidat yang mendaftar, namun 2 di antaranya tereliminasi saat penetapan calon," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).
Ia menjelaskan, rapat berlangsung dengan aman dan tertib dari awal hingga pada penetapan calon. Adanya 2 nama yang tereliminasi membuat gejolak protes dari pendukungnya.
"Seperti yang videonya sudah viral, keributan berawal dari protes pendukung, yang kemudian sempat bertikai, sebelum akhirnya dipisahkan oleh petugas," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




