Manajemen PT Orela Shipyard saat menemui kunjungan pimpinan DPRD Gresik. Foto: Ist.
"PT Orela berkomitmen akan terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Beberapa program CSR kepada daerah sekitar perusahaan adalah bukti komitmen PT Orela peduli dengan hal tersebut. Ke depannya kami akan melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam penyaluran CSR. Kami juga berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir menginstruksikan perusahaan penyedia dan jasa pengangkutan material melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan dengan pemerintah desa setempat.
"Perusahaan supplier atau vendor yang mengirim tanah urukan harus membuat MoU dengan desa. Baru perusahaan bisa memberikan izin untuk meneruskan peninggian atau leveling yang telah terkena abrasi," katanya.
Menurut Syahrul, permasalahan aktivitas dump truk di Desa Dalegan sudah bisa diselesaikan.
Selain itu, Syarul menyampaikan agar permasalahan angkutan material galian C dikoordinasikan, dan ada kesepakatan dengan pemerintah desa setempat dan warga sekitar.
"Adanya permalasahan dump truk di Dalegan dikonfirmasi sudah klir. Sebenarnya tinggal nanti problem yang terjadi di masyarakat diselesaikan dengan duduk bersama dengan pemerintah desa setempat," ungkapnya.
Terakhir, Syahrul mengapresiasi PT Orela selaku perusahaan pembuat kapal di Indonesia yang terus berkomitmen dalam lingkup keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar dengan berbagai program CSR.
"Tentu kami apresiasi juga disini karena PT Orela komitmen dengan keamanan, ketertiban masyarakat dan termasuk disini juga kita apresiasi karena Gresik punya perusahaan pembuat kapal," pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




