Cekcok dengan Komisi III DPR, Ketua DPRD Lumajang Takut Diberitakan Terlibat Penambangan Liar

Cekcok dengan Komisi III DPR, Ketua DPRD Lumajang Takut Diberitakan Terlibat Penambangan Liar

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Kunjungan kerja Komisi III DPR RI ke pemerintah daerah Lumajang Jawa Timur ternyata sempat diwarnai adu mulut dengan Ketua DPRD Lumajang. Dalam pertemuan di Pemkab Lumajang itu, hadir pula perwakilan Dandim, Ketua DPRD Lumajang, Kapolres Lumajang, Kapolda Jatim, dan Bupati Lumajang. 

Seperti diberitakan merdeka.com, setelah beberapa perwakilan DPR RI menyampaikan pertanyaannya seputar kasus tambang ilegal dan pembunuhan Salim Kancil, sempat terjadi cekcok di forum. 

Cekcok berawal saat anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem, Akbar Faisal menyinggung nama mantan Kapolres Lumajang AKBP Aris Syahbudin. Aris sendiri kini dimutasi menjadi Kasubbidprodikdikmas Biddikmas Korlantas Polri. 

AKBP Aris dianggap telah melakukan mutasi sembari menyisakan banyak masalah penambangan liar di Lumajang. Dia juga dikenal berhubungan dekat dengan beberapa pihak pejabat DPRD Lumajang. "Saya dengar ada anggota DPRD Lumajang yang menjadi back-up di belakangnya," ujar Akbar di Kantor Pemkab Lumajang, Jumat (2/10). 

Tak hanya itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Hanura Dossy Iskandar Prasetyo juga sempat menyinggung nama Setiadi Laksono Halim yang kerap dipanggil Jensey. Dia bertanya lebih lanjut bagaimana latar belakang Jensey. Kemudian Dossy meminta agar bisnis tambang Jensey diusut. 

Di sisi lain Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu meminta pengusutan masalah tambang sampai ke aktor pebisnis terbesarnya. Jadi penyidikan Polisi diharapkan tidak cuma fokus di kasus pembunuhan, tapi juga harus mendalami kasus pertambangan liar di Lumajang. 

"Jangan cuma berhenti di aktor intelektual kalau bapak tidak bisa mengurai ke atas saya rasa bapak-bapak gagal. Kades gak mungkin bekerja sendiri," tuturnya.

Ketika diberi waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan, Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono menyampaikan kegeramannya atas penyebutan nama mantan Kapolres Lumajang dan Jensey. 

"Tadi sempat menyinggung AKBP Aris Syahbudin, saya tidak terima. Saya sudah lama berkumpul dengan dia. Jadi tolonglah untuk dicabut komentarnya. Maksudnya jangan diulangi lagi. Jangan dibahas lagi. Anda di sini 4 jam saja. Tidak tahu persis bagaimana situasi Lumajang," kata Agus dengan suara tinggi. 

Menanggapi Agus yang terburu emosi, beberapa Anggota DPR RI justru membalasnya dengan suara tinggi. Gemuruh terjadi karena lebih dari dua orang berbicara secara bersamaan tak jelas. Hingga kemudian Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman yang bertindak sebagai moderator menengahi. 

Sumber: merdeka.com

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO